Berita

konser salam 2 jari/net

Klaim Kemenangan Mahfud MD Hanya untuk Menutupi Rasa Grogi

SABTU, 05 JULI 2014 | 21:37 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Klaim Mahfud MD bisa menang dengan meraup suara hingga 54 persen terlihat seperti mau menghibur diri. Sebab untuk menjadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta saja dia harus dihibur dengan jabatan "Menteri Utama" yang tidak ada dalam Konstitusi.

"Klaim sepihak Mahfud MD yang menyatakan akan menang dengan perolehan 54 persen, selain tidak dilengkapi data, nampak sebagai upaya menghibur diri.  Kita hanya bisa mengatakan, biar lah wong lagi menghibur diri," kata Jurubicara Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, beberapa saat lalu (Sabtu, 5/7).

Hasto menilai, Mahfud mungkin tak mau jujur dengan hati nuraninya. Atau memang Mahfud tidak menangkap gejala dan gelora semesta alam yang begitu dahsyat dalam memberikan dukungan kepada Jokowi.


Dia mencontohkan bagaimana hari ini gerakan rakyat untuk Jokowi begitu dahsyat datang ke Gelora Bung Karno (GBK) tanpa dimobilisir. Maka jadilah GBK lautan rakyat yang menunjukkan kegembiraan politik sebagaimana selalu diungkapkan Jokowi.

"Kalau itu ditangkap dengan baik oleh Mahfud MD, maka dia pasti tidak akan berani melakukan klaim sepihak. Bahkan, dia akan larut dalam gerakan lautan relawan untuk kemenangan Jokowi-JK," ungkapnya.

Hasto mengungkapkan, Mahfud seharusnya paham, bahwa politik sejatinya sentuhan ke rakyat. Politik adalah pergerakan kebenaran rakyat tanpa pengaruh uang dan kekuasaan ataupun jabatan.

"Kegembiraan politik rakyat yang ditunjukkan di GBK adalah fakta tidak terbantahkan kuatnya gerakan hati mendukung Jokowi. Kekuatan ini tidak akan terkalahkan oleh berbagai bentuk manipulasi," ungkap Hasto sambil juga menilai klaim Mahfud itu sekedar untuk menutupi rasa grogi. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya