Berita

ilustrasi/net

Putera Pahlawan Revolusi Minta Tak Gunakan Isu Komunisme untuk Bodohi Rakyat

SABTU, 05 JULI 2014 | 21:26 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kampanye hitam itu, selain harus dibuktikan, juga menjadi pembodohan masyarakat. Kini, salah satu kampanye hitam yang ditujukan kepada Jokowi adalah dengan isu komunisme.

Karena itu putera Pahlawan Revolusi Mayor Jenderal Anumerta Sutojo Siswomihardjo, Letnan Jenderal (Purn) Agus Widjojo, meminta agar kubu lain tidak membodohi rakyat dengan isu komunisme. Apalagi hingga saat ini, ajaran komunisme masih dilarang di Indonesia sebagaimana tertera dalam  Ketetapan MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 ihwal pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI).

Menurut Agus, gerakan Komunis yang pernah terlibat peristiwa 1965 tidak relevan lagi dipersoalkan pada masa kini. Sebab sisa-sisa gerakan Komunis pada masa lalu sudah banyak yang diterima masyarakat dan bahkan menduduki jabatan-jabatan publik.


"Kalau yang dimaksud terkait komunis yang dulu atau terlibat dalam peristiwa 1965, saya kira sudah tidak relevan lagi pada saat ini. Mereka sudah dianggap tidak lagi dalam konteks melakukan kegiatan-kegiatan yang pernah dilakukan PKI pada tahun 1965," ujar Agus.

Anggota Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Pramono Edhie Wibowo, mengingatkan kemunculan bahaya laten komunisme. Menurutnya, paham komunisme tetap dapat tumbuh dan berkembang di era demokrasi seperti sekarang. Menurut Pramono Edhie, ada pihak dari capres dan cawapres nomor urut 2 Jokowi-JK yang menyebutkan pasangan itu bakal mencabut Ketetapan MPRS Nomor 25/1966 tentang Larangan Paham Komunisme di Indonesia.

Cawapres Jusuf Kalla sendiri sudah membantah bila dirinya dan Jokowi menjadi pemenang pilpres, maka pemerintahannya akan menghapus TAP MPRS Nomor 25/1966 tentang Larangan Paham Komunisme di Indonesia. [ysa]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya