Berita

Dunia

OKI Kecam Larangan Puasa Pemerintah Tiongkok

SABTU, 05 JULI 2014 | 17:56 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada Jumat (4/7) mengecam larangan berpuasa di bulan Ramadhan dan beribadah di masjid oleh pemerintah Tiongkok terhadap minoritas Muslim di Xinjiang.

OKI menyebut larangan pemerintah Tiongkok tersebut sebagai pelanggaran HAM. Tak hanya itu, OKI juga berencana mengambil tindakan politik dan ekonomi terhadap Tiongkok, seperti memboikot produk-produk buatan Negeri Tirai Bambu tersebut.

"Kami telah menghubungi pemerintah Tiongkok untuk membahas masalah tersebut. Kami masih menunggu balasan dari Tiongkok," begitu pernyataan OKI, seperti dilansir Arab News (Sabtu. 7/5).


Sementara itu, Asisten Sekjen World Assembly of Muslim Youth Mohammed Badahdah mengatakan bahwa sudah sejak beberapa tahun terakhir pemerintah Tiongkok telah memberlakukan kebijakan anti-Islam.

"Tiongkok adalah negara yang tertutup, tapi kami sudah mulai mengetahui tentang kebijakan opresif terhadap umat Islam melalui media sosial," bebernya.

Badahdah juga menegaskan bahwa tindakan Tiongkok itu merupakan pelanggaran terhadap Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) PBB yang melindungi kebebasan beragama dan berpendapat.

"Ini adalah tingkat tertinggi dari ketidakadilan. Orang-orang harus diperbolehkan untuk mempraktekkan agama mereka," kecamnya lagi. [ian]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya