. Dalam riset kepribadian, Jokowi-JK lebih mau mendengar pendapat orang lain dalam mengambil keputusan terkait kebijakan negara, serta dinilai lebih mendukung pemberantasan korupsi. Di saat yang sama, partai pendukung Jokowi-JK dinilai lebih kecil kemungkinan akan mengalami skandal politik ketika sudah terpilih nanti.
"Jokowi-JK juga dinilai lebih bisa bekerja di bawah tekanan saat mengalami masalah berat dan kompleks," kata pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Ari Dwipayana, terkait dengan hasil riset kepribadian kandidat oleh Laboratorium Psikologi Politik.
Ari sendiri menilai, riset ini penting selain meninjau gagasan dan program kandidat. Apalagi riset ini jelas kredibel karena penilaian dilakukan oleh para psikolog yang kompeten dalam menilai kepribadian. Selain itu aspek pengukuran yang dilihat cukup komprehensif dalam memprediksi tingkah laku kandidat.
Penilaian gaya kepemimpinan itu, kata dia, terkonfirmasi serta konsisten dalam hasil pengukuran dari aspek-aspek lain. Selanjutnya, pengukuran itu bisa digunakan untuk memprediksi tingkah laku kandidat dalam pengambilan keputusan, sikap dalam kasus tertentu maupun kondisi psikologis ke depan. Dan aspek kepribadian kandidat itu bisa di-
cross check dengan rekam jejak kandidat selama ini.
"Misalnya Jokowi dalam persepsi umum lebih banyak dinilai sebagai pekerja keras, sederhana, jujur, rendah hati, tenang, pengabdi dan tegas," jelasnya.
Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Unpad, Ikatan Psikologi Sosial dan Ikatan Psikologi Klinis menyebutkan, jika terpilih menjadi Presiden RI nanti, capres Prabowo Subianto jauh lebih tegas dibandingkan capres Joko Widodo. Hal itu berdasarkan hasil survei aspek kepribadian kedua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden.
Namun demikian, Jokowi dinilai lebih unggul dibandingkan Prabowo dalam menyelesaikan sesuatu pekerjaan. Hal itu dilihat berdasarkan rekam jejak Jokowi sejak menjabat sebagai Walikota Solo sebelum duduk di kursi Gubernur DKI Jakarta. Jokowi dinilai memiliki karakter seorang pekerja keras dibandingkan Prabowo, Hatta Rajasa dan Jusuf Kalla. Selain itu, Jokowi juga dikenal sosok pemimpin yang sederhana, jujur, rendah hati dan tenang.
Survei dilakukan terhadap 204 responden yang terdiri dari psikolog yang memiliki pengetahuan dan pengalaman melakukan penilaian kepribadian. Pengambilan data dilakukan pada 18 hingga 27 Juni 2014. Prosedur survei, para responden diminta membaca bagian biografi para calon terlebih dahulu, kemudian mereka menilai kepribadian dan memberikan prediksi ke depan.
[ysa]