Berita

jokowi/net

Politik

PILPRES 2014

Gol-gol Cantik Bisa Terjadi dan Jokowi Kebobolan

JUMAT, 04 JULI 2014 | 14:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Masa kampanye pilpres akan berakhir pada 5 Juni besok. Dan sebelum hari H pencoblosan 9 Juni, 6 sampai 8 Juni adalah masa tenang dari kegiatan kampanye.

Menurut pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, di masa injury time atau menit-menit terakhir, masing-masing capres dan cawapres Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK harus kreatif dan kerja keras.

"Misalnya, isu yang menguntungkan harus ditonjolkan. Sementara isu negatif harus diminalisir," kata dia kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu, Jumat (4/7).


Jelas Hendri, kampanye yang paling tepat dilakukan saat ini oleh pasangan capres dan cawapres serta para pendukung adalah, turun langsung dan jumpai masyarakat.

"Nggak penting lagi muncul di Tv. Jumpai masyarakat langsung. Tim mungkin bisa ajak pemilih lewat SMS atau BBM," terangnya.

Namun, lanjut Hendri, karena Jokowi memiliki tekanan yang paling hebat ketimbang Prabowo. Bisa saja momen ini dimanfaatkan pasangan Prabowo-Hatta, hingga keluar sebagai juara.

"Ibarat main sepak bola, ini sudah masa injury time. Bisa saja tercipta gol-gol cantik, atau terjadi error hingga kebobolan," ujar Hendri.

Sebelumnya Hendri Satrio mengatakan, Jokowi semakin tertekan pada detik-detik pencoblosan 9 Juli. Pasalnya, capres nomor urut 2 itu di awal-awal memiliki popularistas dan elektabilitas tinggi. "Di awal-awal Jokowi jadi unggulan dan digadang-gadang. Sementara Prabowo hanya menjadi kuda hitam. Ini pasti jadi tekanan bagi Jokowi," kata Hendri.

Menurut Hendri, melihat kondisi saat ini, Jokowi pasti merasa tertekan. Dari berbagai rilis lembaga survei, elektabilitas Jokowi-JK dengan Prabowo-Hatta sudah semakin mendekati. Bahkan lembaga survei seperti Lembaga Survei Nasional (LSN), Indonesia Research Centre (IRC) dan Indonesia Network Election Survey (INES) menempatkan pasangan nomor urut 1, Prabowo-Hatta sudah unggul dari Jokowi-JK. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya