Berita

prabowo dan jokowi/net

Politik

PILPRES 2014

Pendukung Prabowo-Hatta Ajak Anak Bangsa Berdemokrasi Santun

JUMAT, 04 JULI 2014 | 10:10 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemilihan presiden tinggal menghitung hari, tepatnya tanggal 9 Juli pekan depan, segala upaya dan ikhtiar telah dilakukan terutama sebagai kaum muda yang gelisah melihat kondisi ibu pertiwi. Mengkonsolidasikan basis massa pemilih pemula dan mengkonsolidir tim Relawan Gema Nusantara untuk kemenangan Prabowo-Hatta yang merupakan gabungan organisasi kepemudaan tingkat nasional dan juga organisasi kepemudaan yang bersifat kedaerahan untuk bersatu untuk memenangkan pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Demikian disampaikan Koordinator Nasional (Kornas) Relawan Gema Nusantara, Muhamad Adnan dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Jumat (4/7).

Adnan mengatakan, deklarasi dan konsolidasi Relawan Gema Nusantara secara nasional dan di daerah dilaksanakan dengan penuh kegembiraan bersama rakyat tanpa sedikitpun menyinggung tentang kampanye negatif, kampanye hitam, dan menyerang lawan.


"Sudah saatnya rakyat diberi pendidikan politik yang sehat dengan mengajak rakyat bicara dari hati ke hati mengenai kondisi bangsa yang semrawut, mengajak rakyat bersama sama bergabung dalam gelombang besar perubahan dengan turun tangan bersama sama meyelamatkan ibu pertiwi, menyelamatkan Indonesia yang telah diwariskan oleh para pendahulu republik ini," terangnya.

Namun, lanjut Adnan, menjelang akhir masa kampanye ini situasinya mulai berubah. Kampanye hitam berseliweran dan dipertontonkan dengan telanjang di depan publik. Kekerasan verbal mulai dilakukan dengan melakukan intimidasi kekerasan kepada media. Cara-cara yang justru dulu sangat keras ditentang oleh kelompok pro demokrasi. Sayangnya ini dilakukan oleh kawan-kawan yang selama ini paling kencang berteriak tentang reformasi dan kebebasan pers.

"SMS perintah melakukan kekerasan yang beredar ke publik yang diduga kuat berasal dari seorang sekelas Sekretaris Jenderal DPP PDIP Tjahyo Kumolo, yang memerintahkan kadernya terutama relawan perjuangan demokrasi yang rata-rata anggotanya adalah mantan mantan aktivis 98 untuk melakukan tindakan kekerasan sungguh melukai hati  publik. Penyerangan secara serentak dan sporadis ke studio salah satu televisi berita nasional di Jakarta dan beberapa daerah menunjukan bahwa akal sehat dalam demokrasi mulai terpinggirkan, saluran resmi yang bisa dilakukan untuk menyampaikan keberatan atas konten berita tak lagi hiraukan," ujar Adnan.

Untuk itu, Relawan Gema Nusantara mengajak seluruh elemen bangsa yang mencintai negeri ini, untuk mengedapankan cara-cara sehat dalam berdemokrasi. Pilpers adalah alat untuk memperoleh kekuasaan, meminta mandat rakyat dengan cara-cara damai, mengedepankan visi, gagasan dan cita-cita serta program pro rakyat yang melindungi segenap tumpah darah bangsa Indonesia, memajukan kesejatraan umum dan ikut menciptakan perdamain dunia sesuai cita cita konstitusi.

"Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?" demikian Muhamad Adnan. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya