Berita

Politik Uang dan Intimidasi Gerus Suara Jokowi-JK

KAMIS, 03 JULI 2014 | 15:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Selain fitnah dan kampanye hitam, berbagai indikasi kecurangan juga mulai tampak di lapangan untuk menggerus suara Jokowi-JK. Hal itu dikatakan relawan Tim Kampanye Nasional Jokowi-JK, Martin Manurung yang juga Ketua DPP Partai Nasdem.

"Saya menerima kabar dan masukan dari para relawan di berbagai daerah tentang indikasi kecurangan yang semakin kentara," kata Martin kepada wartawan di Jakarta (Kamis, 3/7).

Paling tidak, kata Martin, sampai saat ini ada dua bentuk kecurangan yang mulai terlihat. Pertama, adanya aktivitas pendataan pemilih untuk capres tertentu yang bermotif politik uang.


"Ada yang mulai mendata tiap rumah tangga atau usaha kecil punya hak suara berapa. Nah, pada Pemilu Legislatif lalu juga ada praktik seperti ini. Tiap suara itu lalu dikalikan berapa rupiah sebagai bayarannya," kata Martin.

Kedua, di berbagai daerah yang kepala daerahnya mendukung capres tertentu terjadi intimidasi pada pemilih.

"Rakyat di daerah-daerah yang jauh dari pusat kota yang paling rentan terhadap intimidasi. Kalau di kota, masyarakat sudah relatif berani untuk memprotes atau angkat suara bila diintimidasi," lanjut Martin.

Lebih lanjut, Martin mengimbau kepada seluruh relawan Jokowi-JK untuk terus aktif memantau aktivitas di lapangan.

"Bila terjadi kecurangan, segera laporkan pada struktur partai politik pengusung Jokowi-JK di tempat masing-masing. Dalam waktu yang tinggal 6 hari lagi menuju 9 Juli 2014, keunggulan Jokowi-JK tidak mungkin dilampaui. Hanya kecurangan yang bisa mengalahkan Jokowi-JK,"  pungkas Martin.‬[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya