Berita

Prabowo Subianto/net

Politik

PILPRES 2014

Jajat Nurjaman: Asing Takut Prabowo Menang

RABU, 02 JULI 2014 | 14:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Elektabilitas Prabowo-Hatta yang semakin menanjak di beberapa lembaga survei serta bertambahnya kekuatan tim koalisi merah putih setelah Partai Demokrat resmi bergabung, membuat kekhawatiran beberapa oknum akan peluang pasangan nomor urut 1 itu menang dalam pilpres 9 Juli nanti.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman seperti dalam keterangannya kepada redaksi, Rabu (2/7).

Menurut Jajat, tidaklah benar bahwa jika Prabowo menang akan berpengaruh pada pasar valuta asing (valas) yang diakibatkan pelarian modal keluar negeri serta melorotnya kekuatan mata uang rupiah terhadap dolar AS. Pasalnya, siapapun yang mempunyai modal yang banyak dapat dengan mudah mempermainkan pasar valas tidak mesti menunggu siapa yang jadi presiden.


"Ketakukan yang berlebihan dari pihak asing merupakan sesuatu yang wajar, hal ini dilihat dari berbagai program Prabowo yang berani mengatakan akan menutup berbagai potensi kebocoran yang ada di Indonesia jika kelak terpilih menjadi Presiden. Pasar valas ini mudah dimanipulasi, apalagi jika lawan-lawan Prabowo memiliki uang tunai dalam jumlah yang sangat banyak, mudah bagi mereka membuat isu dengan kekuatan uang seperti itu," tegas Jajat.

Dalam masa kampanye seperti ini akan banyak isu negatif mengenai kedua kandidat calon presiden. Namun, dengan adanya isu ini masyarakat akan disadarkan siapa sebenarnya capres yang akan membawa negara ini lebih terhormat dimata bangsa asing.

"Sudah terbukti sekarang, pihak lawan dari Prabowo sedang kelimpungan, karena berbagai isu negatif yang dilemparkan tidak mempan, mereka harus mencari isu baru, salah satunya dengan menggunakan kekuatan uang dan menebar ketakutan di dalam dunia bisnis," tandas Jajat Nurjaman. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya