Berita

net

Bisnis

Jero Wacik: Good News, Harga Gas Tangguh Naik Signifikan

SENIN, 30 JUNI 2014 | 15:43 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

China National Offshore Oil Corporation (CNOOC), perusahaan BUMN asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) setuju menaikkan harga beli gas Tangguh di Papua Barat ke Provinsi Fujian, Tiongkok. Harganya berubah dari 3,3 dollar AS per MBT menjadi 8 dollar AS per MMBTU.

Itulah good news yang sebelumnya disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas Kabinet bidang perekonomian, di kantor Presiden, Jakarta, Senin (30/6).

"Harga gas Tangguh naik cukup signifikan dan tidak tetap, yaitu mengikuti harga minyak dunia. Ini menjadi good news untuk pemerintah ke depan,” kata Menteri ESDM, Jero Wacik, dalam keterangannya kepada wartawan di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (30/6).


Dikutip dari setkab.go.id, Wacik mengatakan, penjualan gas Tangguh ke RRT yang dilakukan sesuai kontrak pada era pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri dipatok pada sebesar 5,5 persen x Japan Crude Cocktail (JCC) atau berdasarkan harga minyak di Jepang. Saat itu, lanjutnya, harga JCC dipatok maksimum 26 dollar AS per barel.

Pemerintah pernah melakukan renegosiasi, harga JCC-nya naik menjadi 38 dollar AS per barel, dan itu menghasilkan harga gas 3,3 dolar AS per juta kubik feet. Harga inilah yang kembali di-renegosiasi oleh pemerintah, dan Presiden SBY melakukan pertemuan dengan Presiden RRT, Hu Jintao.

Menteri ESDM bersyukur karena setelah 1,5 tahun melakukan renegosiasi, pemerintah RRT bisa menerima keberatan Indonesia yang menganggap harga JCC sudah tidak cocok, mengingat harga di pasaran sudah mencapai 100 dollar AS per barel, jauh di atas harga JCC yang disepakati dalam negosiasi tahun 2006 sebesar 38 dollar AS per barrel.

Kini, menurut Menteri ESDM, pemerintah RRT sudah sepakat, kalau harga JCC-nya 100 dollar AS sebagaimana bulan lalu, maka penjualan harga gas Tangguh menjadi 8 dollar AS per juta kubik feet. Kalau harga JCC-nya nanti 110 dollar maka harganya akan menjadi $8,65 per juta kubik feet.

"Jadi ini kenaikan yang luar biasa, dan ini kesepakatannya naik terus. Jadi ini tahun 2015 naik menjadi 10,3 dollar AS per juta kubik feet, tahun 2016 menjadi 12 dollar AS per juta kubik feet, dan tahun 2017 menjadi 13,3 dollar AS  per juta kubik feet," papar Jero Wacik.

Menteri ESDM menegaskan, kontrak ini akan berlaku sampai dengan tahun 2034. Ia menyebutkan, kalau harga ini bertahan sampai dengan 2034 maka harga rata-ratanya nanti jatuhnya pada angka 12,8 dollar AS per juta kubik feet. Ini adalah kenaikan empat kali lipat dibanding harga pada tahun yang lalu.

Dengan adanya harga baru ini, kata Jero Wacik, kita akan mendapatkan 20,8 miliar dollar AS sampai tahun 2034, Sementara dengan harga lama, jika renegosiasi gagal, kita hanya akan mendapatkan 5,2 miliar dollar AS sampai dengan tahun 2013.

"Maka per tahun mulai tahun ini kita akan mendapatkan Rp 12,5 triliun per tahun dari Fujian. Yang lama adalah Rp 3,1 triliun per tahun, sekarang Rp 12,5 triliun jadi tambahannya adalah Rp 9 triliun per tahun," paparnya bangga. [ald]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya