Berita

wimar witoelar/net

Resmi, Wimar Witoelar akan Dilaporkan ke Polisi

MINGGU, 29 JUNI 2014 | 22:56 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah berencana melaporkan Wimar Witoelar ke Polda Metro Jaya. Wimar Witoelar diduga melakukan penistaan dan penghinaan terhadap Muhammadiyah dengan mengunggah montase foto yang diberi judul “Gallery of Rogues Kebangkitan Bad Guys” beberapa waktu lalu.

Laporan akan disampaikan dua ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak dan Teguh Santosa, besok pagi (Senin 30/6) sekitar pukul 09.00 WIB ke Polda Metro Jaya.

“Besok pagi, kami akan melaporkan Wimar Witoelar ke Polda Metro Jaya, berkaitan dengan tindakan dia mengunggah dan memosting montase foto berjudul Gallery of Rogues Kebangkitan Bad Guys di media sosial,” kata Dahnil Anzar Simanjuntak dalam keterangan yang diterima redaksi.


Wimar Witolear diduga melanggar Pasal 156 KUHP tentang tindak pidana pernyataan permusuhan, penistaan atau pendiskreditan kelompok tertentu. Juga mencemarkan nama baik dan melanggar Pasal 27 UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Montase foto yang diunggah Wimar di akun media sosial miliknya itu digamabrkan calon presiden Prabowo Subianto dan calon presiden Hatta Rajasa bersama sejumlah tokoh pendukung pasangan keduanya, seperti AA Gym, Anis Matta, Aburizal Bakrie, Suryadharma Ali, Luthfi Hasan Ishaaq, Ahmad Heryawan, Tifatul Sembiring, Abubakar Baasyir, dan Habib Rizieq.

Di background gambar itu, terpampang foto Mukhlas, Imam Samudra, Soeharto, Osama Bin Laden, dan Amrozi.

Pada bagian bawah dimuat logo partai-partai pendukung Prabowo-Hatta, dan logo ormas Islam seperti Muhammadiyah dan FPI.

Penempatan logo Muhammadiyah di dalam montase itu mengandung dua persoalan. Pertama, seolah Muhammadiyah menjadi pendukung salah satu pasangan capres. Kedua, menuding Muhammadiyah sebagai organisasi berandalan. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya