Berita

Politik

DEBAT CAWAPRES

Cara Hatta Rajasa Hapus Kesenjangan Angkatan Kerja

MINGGU, 29 JUNI 2014 | 21:56 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Angkatan kerja Indonesia cukup mengkhawatirkan. Calon Wakil Presiden Hatta Rajasa mengungkapkan dari 125 juta angkatan kerja kita, 46 persen diantaranya tamatan SD, sedangkan hanya 8 persen lulusan perguruan tinggi yang masuk ke pasar kerja.

"Struktur angkatan kerja seperti ini tidak ideal. Karenanya tidak bisa tidak kita harus meningkatkan APK (angka partisipasi kasar) perguruan tinggi (PT) sampai 2019 setidaknya sampai 40 persen. Sehingga tenaga kerja yang ada benar-benar memiliki skill dan knowladge," ujar Hatta dalam debat cawapres yang digelar KPU di Hotel Bidakara Jakarta, malam ini (Minggu, 29/6).

Bagaimana mengatasi kesenjangan akibat 46 persen lulusan SD yang saat ini memenuhi pasar kerja kita? Dalam jangka pendek, kata Hatta, tidak ada upaya lain kecuali merevitalisasi balai-balai latihan kerja (BLK) yang ada. Upaya revitaslisasi harus dilakukan oleh seluruh daerah otonomi dengan bantuan pemerintah pusat.


"Dalam jangka panjang dilakukan dengan pendidikan. Pendikan jadi kata kunci untuk mengurangi kesenjangan," kata Hatta.

Langkah lainnya, kata Hatta, menumbuhkan pusat-pusat pertumbuhan baru di luar pulau Jawa.

Terkait TKI, Hatta yang menjadi cawapres Prabowo mengatakan persoalan TKI timbul akibat strategi pembangunan kita yang membuat mereka tidak mendapat kesempatan di dalam negeri. Contoh paling kongkrit, pembangunan yang mengedepankan menjual bahan mentah membuat para insinyur dan tenaga skill lainnya tidak bisa bekerja dan lari ke luar negeri. "Tapi bila kita mengembangannya di dalam negeri, sudah tentu mereka kembali ke sini."

"Bisa saja dengan mencontoh pendekatan India. Warga mengembangkan karir di luar negeri, membuka market, pasar, dan secara langsung mengakseskannya ke Indonesia. Pada saat yang tepat mereka pulang karena pembangunan ekonomi kita terus meningkat," demikian Hatta.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya