Berita

Disayangkan, Debat Cepres Hanya Menghambur-hambur Uang Rakyat

MINGGU, 29 JUNI 2014 | 16:13 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menyayangkan besarnya anggaran pelaksanaan debat capres-cawapres tidak sebanding dengan hasil debat yang diharapkan. Fitra mensinyalir debat capres yang tidak sesuai harapan itu hanya kegiatan KPU untuk menghabiskan uang rakyat.

Dalam dokumen Rincian kertas kerja satuan kerja KPU tahun 2014, satu paket acara debat capres yang disiarkan live oleh salah satu stasiun televisi menghabiskan dana lebih dari Rp 986 juta. Selain itu, ada juga dana konsumsi debat capres sebesar Rp 252,5 juta.

"Alokasi anggaran ini besar dan mahal. Tapi sayang seribu kali sayang, alokasi anggaran yang mahal dan besar ini, KPU kurang cerdas dalam memformat penyelenggaraan kegiatan debat capres ini," ujar Direktur Investigasi dan Advokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi, dalam pesan singkatnya kepada redaksi (Minggu, 29/6). 


Sekalipun menggunakna dana besar, kata dia, sayangnya kegiatan debat capres-cawapres mirip cerdas cermat yang biasa dilakukan untuk pelajar, siapa yang bisa menjawab dirasa akan menjadi pemenangnya. Bukan untuk mengutarakan janji-janji capres di depan publik agar kelak bisa ditagih dalam bentuk program.

"Oleh karena bentuknya seperti cardas cermat, lanjut Ucok, maka janji-janji capres sangat susah ditagih. Apa yang diperdebatan kedua capres sebagian tidak bisa ditagih lantaran hanya pernyataan mereka spontan, suka menyindir dan memojokkan lawan debat. Perdebatan hanya sebatas informasi yang mereka ketahui saja," papar dia.

Seharusnya, lanjut Ucok, debat capres cawapres ini memperdebatan konsep yang berisi "janji-janji" yang mereka buat sendiri. Dan konsep-konsep inilah yang dikejar oleh mederator agar capres ini bisa menjelaskan ke publik dan konsep ini bisa "membumi" jadi program dalam apbn atau kebijakan lainnya.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya