Berita

AS Hikam: Manipulasi Foto Prabowo Pelecehan Serius

SABTU, 28 JUNI 2014 | 22:24 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Kepolisian diminta untuk mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang membuat montase foto Prabowo Subianto sehingga tampak mengenakan baju pemimpin Nazi, Adolf Hitler.

Sementara media massa dan media sosial diimbau tidak menyiarkan montase foto itu di luar kepentingan memberikan informasi.

Hal ini disampaikan Prof. AS Hikam menyikapi montase foto terbaru Prabowo Subianto oleh pihak-pihak yang belum diketahui. Dalam montase itu Prabowo digambarkan menggunakan baju Hitler. Akun @ulinyusron yang menyebarkan montase foto ini menambahkan tulisan: “Si Fasis, Penculik, Pemberang #PraharaBocor”.


“Pelecehan terhadap capres nomor 1 Prabowo Subianto (PS) yang dilakukan orang-orang melalui permainan foto dan/atau gambar jelas tak bisa dibenarkan dan tidak boleh dibiarkan. Pihak Bawaslu dan Kepolisian seharusnya bertindak,” tulis Hikam di halaman Facebook.

“Saya menganggap manipulasi gambar PS sudah termasuk pelecehan serius bahkan bisa dikatakan ada niatan penyebaran kebencian terhadap mantan jenderal itu,” sambung Hikam.

Dia mengatakan, mungkin Prabowo tidak merasa tersinggung dengan montase foto itu, atau bahkan cuek dan menganggapnya sebagai bagian dari resiko dalam kompetisi politik. Namun bagi Hikam, hal itu tetap harus dihentikan dan kalau perlu dibawa ke ranah hukum.

“Saya tidak sepakat jika pelecehan seperti itu dimasukkan dalam kategori kebebasan berekspressi. Bagaimanapun, refrensi terhadap Hitler yang dikenal sebagai pemimpin fasisme Jerman itu sangat tidak pada tempatnya,” demikian Hikam. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya