Berita

vladimir putin/net

Dunia

Putin: Risiko Dapat Diatasi Melalui Kerjasama Internasional

SABTU, 28 JUNI 2014 | 10:20 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Masyarakat internasional harus bersatu sebagai upaya guna meredam ketegangan dan ketidakseimbangan di dunia.

Demikian disampaikan Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan hal tersebut pada Jumat (27/6). Putin menyebutkan isu Iran, Suriah, Afghanistan, Semenanjung Korea, Timur Tengah dan Ukraina adalah masalah internasional yang paling akut saat ini.

"Jelas, risiko modern ini dapat dijinakkan hanya melalui kerjasama internasional," kata Putin usai menandatangani perjanjian Asosiasi Ukraina-Uni Eropa, seperti dikutip kantor berita Interfax.


Untuk krisis Ukraina, Putin mengatakan bahwa gencatan senjata jangka panjang harus menjadi syarat utama untuk negosiasi antara pihak berwenang di Kiev dan pemerintah regional Ukraina Timur.

Putin juga menyampaikan bahwa ia telah mendedikasikan Rusia untuk menciptakan suasana transparan dalam urusan internasional dan mencari solusi politik-diplomatik dari semua masalah. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya