Berita

liu yandong/net

Dunia

Wakil PM Tiongkok dan Menteri Jepang Serukan Perbaikan Hubungan

SABTU, 28 JUNI 2014 | 09:54 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Wakil Perdana Menteri Tiongkok, Liu Yandong, bertemu dengan Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang, Akihiro Ota, untuk membahas hubungan bilateral yang sedang retak karena masalah teritorial dan sejarah, Jumat (27/6).

"Meskipun hubungan bilateral (dengan Jepang) saat ini berada dalam situasi yang sangat sulit, pertemuan kami memiliki makna yang luar biasa," kata Liu di awal pertemuan di Tembok China, seperti dilaporkan Global Times.

Tokoh perempuan dari Partai Komunis Tiongkok itu mengatakan bahwa kedua negara harus mengembangkan hubungan atas dasar empat dokumen politik yang ditandatangani oleh Tiongkok dan Jepang guna merajut kembali sejarah yang pernah ada sebagai cermin untuk memandu masa depan.


Ia juga meminta agar kedua belah pihak harus serius memecahkan isu-isu sensitif dan terus mempromosikan dialog dan pertukaran di berbagai sektor, sehingga dapat meningkatkan rasa saling percaya dan meningkatkan ikatan antara kedua bangsa.

Tidak hanya itu, Liu mendesak Jepang untuk melakukan upaya konkret guna memperkuat hubungan bilateral dengan negaranya.

Menanggapi pernyataan Liu, Ota menegaskan bahwa pemerintah Jepang tidak akan mengingkari empat dokumen politik dan "Pernyataan Murayama."

Sekedar informasi, "Pernyataan Murayama" dirilis pada 15 Agustus 1995 oleh Perdana Menteri Tomiichi Murayama, yang meminta maaf atas kerusakan dan penderitaan yang disebabkan oleh tentara Jepang untuk negara-negara di Asia selama Perang Dunia II.

Dalam pernyataan itu, Jepang mengakui kebutuhan mendalam merenungkan sejarah dan belajar dari itu guna menghindari membuat kesalahan yang sama. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya