Berita

MISTERI TRANSJAKARTA

Demonstran Bentangkan Spanduk 'Jokowi Koruptor Tak Layak Jadi Pemimpin'

JUMAT, 27 JUNI 2014 | 17:19 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Massa yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa (Gema) Indonesia Hebat mengelar unjuk rasa menuntut penuntasan dugaan korupsi pengadaan Bus TransJakarta, dan Bus Kota Terintegrasi Bus Way (BKTB) di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta, siang tadi (Jumat, 27/6).

Alasan aksi digelar di Bundaran HI agar kasus yang merugikan negara Rp 1,5 triliun itu menjadi perhatian publik karena ada dugaan keterlibatan Gubernur non aktif Joko Widodo, yang sayangnya sampai sekarang Kejaksaan Agung urung memangil dan memeriksanya.

"Kami demo di sini karena sebagai jantung pusat kota, biar semua orang tahu bahwa kasus Jokowi ini fakta bukan isu," kata seorang peserta demo Zizau Ghe dalam orasinya.
 

 
Pengunjuk rasa memperingatkan Jokowi bertanggungjawab dan Kejagung harus menangkapnya. Menurut mereka jika Jokowi tidak ditangkap akan menimbulkan ketidakpercayaan publik.

"Jokowi yang menetapkan pemenang tender dan menandatangani kontrak proyek bus Transjakarta," kecam  koordinator aksi, Vincent di tempat yang sama.

Sikap Jaksa Agung Basrief Arief yang tak berani menangkap dan menetapkan Jokowi sebagai tersangka sangat disayangkan. Apalagi Jaksa Agung malah berbohong menutupi keterlibatran Jokowi dalam kasus tersebut. Menurut Vincent, ada kesan Kejagung menutupi-nutupi keterlibatan Jokowi, seakan mengaburkan fakta dan tidak menetapkannya sebagai tersangka.

Dalam aksinya massa membawa spanduk dan empat baliho besar bergambar Joko Widodo, Ketua Umum PDIP Megawati, Jaksa Agung Basrief Arief yang bertuliskan "Jaksa Agung harus mundur kalau tidak bisa tangkap Jokowi sebagai tersangka korupsi bus Trans Jakarta Rp 1,5 triliun".

Sepanduk lainnya bertuliskan "Jokowi rampok uang rakyat Rp 1,5 trilun kasus bus Trans Jakarta. Harus Tangkap!!, dan "Jokowi koruptor tak layak jadi pemimpin". Pada tuntutannya juga massa Gema Indonesia Hebat mendesak kepada Kejaksaan Agung

Dalam tuntutannya, ratusan kader Gema Indonesia Hebat juga mendesak kepada Kejagung untuk segera menahan semua tersangka korupsi kasus Transjakarta dan BKTB.

"Meminta kepada Jaksa Agug mengedepankan asas keadilan dan tidak tebang pilih dalam kasus korupsi pengadaan Bustrans Jakarta dan BKTB," papar dia.

Ketika aksi berlangsung sempat terjadi insiden kecil. Sebuah bus Metromini yang mengangkut masa demonstran terbakar. Namun kejadian cepat diamankan aparat kepolisian. Sementara polisi berjaga-jaga mengatur jalannya aksi. Meski demikian arus dari arah Thamrin menuju Sudirman di perempatan bundaran HI ramai tapi lancar tak terlihat kemacetan.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya