Berita

Cak Ali: Pesantren Hadirkan Islam yang Ramah

JUMAT, 27 JUNI 2014 | 16:01 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sebagai lembaga pendidikan tertua, Pondok Pesantren memberikan kontribusi yang tidak kecil bagi kemajuan bangsa ini. Kemerdekaan dan pembangunan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran sentral santri dan Pesantren.

Demikian disampaikan Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Ali Masykur Musa dalam pidato utama Peringatan Akhirussanah dan Haul Pondok Pesantren Sunan Drajad Lamongan, Jawa Timur (Kamis, 26/6).

Menurut Cak Ali, panggilan akrabnya, pesantren memiliki tugas ganda. Selain berfungsi sebagai penjaga dan pengayom benteng moral masyarakat, pesantren juga mampu mendengar keluh-kesah rakyat jelata. Sehingga, ulama-ulama pesantren mampu menyampaikan aspirasi umat tersebut ke hadapan umara (pemimpin).


"Melihat fakta tersebut, keberadaan pesantren sangatlah penting di Indonesia, bukan hanya bisa menghadirkan Islam yang ramah, pesantren bahkan mampu hadirkan kedamaian dunia. Maka, para santri dan wali santri jangan berkecil hati. Pesantren bermanfaat dunia akhirat," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Cak Ali juga sempat menyinggung perhelatan pemilihan umum yang sebentar lagi berlangsung. Menurutnya, para warga pesantren juga mempunyai hak untuk menyalurkan aspirasinya memilih pemimpin yang paling sesuai dengan prinsip agama dan memperjuangkan pendidikan pesantren.

"Orang tua santri dan santri yang punya hak pilih jangan sampai golput. Mari kita gunakan hak pilih dengan bertanggung jawab. Pilihlah pemimpin yang mampu memeratakan kesejahteraan, didukung oleh para ulama, dan mampu membangkitkan karakter bangsa," tandas Cak Ali di hadapan ribuan warga pesantren yang diasuh oleh Dr. KH Abdul Ghofur tersebut.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya