Berita

prabowo subianto/net

Politik

Tulisan Allan Nairn Bukti Prabowo Sangat Ditakuti Bandit Dalam dan Luar Negeri

JUMAT, 27 JUNI 2014 | 14:14 WIB | LAPORAN:

Setelah Duta Besar Amerika Serikat untuk RI, Robert Blake, menyusul jurnalis investigasi asal Negeri Paman Sam itu, Allan Nairn ikut menyinggung rekam jejak Prabowo Subianto.
 
Di blog pribadinya (www.allannairn.org), Allan Nairn mem-posting tulisan yang berjudul "Do I Have Guts," Prabowo Asked, "Am I Ready To Be Called A Fascist Dictator?". Tulisan itu berisi wawancara off the record Allan dengan Prabowo yang dilakukan pada Juni dan Juli 2001.

Di sana Allan menulis, salah satu dari banyak pasukan yang didukung AS untuk membunuh warga sipil adalah TNI, dan Jenderal Prabowo adalah salah seorang anak didik yang paling dekat dengan AS.


"Prabowo menggambarkan dirinya kepada saya, The Americans fair-haired boy," tulis Allan.

Pengamat politik dan hukum dari The Indonesian Reform, Martimus Amin berpendapat, pernyataan orang-orang asing itu sengaja diletupkan untuk mempengaruhi pemilihan publik atas pencapresan Prabowo. Asing, terutama AS dan kompradornya ketakutan terhadap pribadi dan visi misi Prabowo yang ingin menjadikan Indonesia sebagai negara berdaulat, adil dan makmur.

"Jadi, selain obligor BLBI dan sejumlah purnawirawan jenderal yang sarat melakukan pelanggaran HAM pada masa lalu yang banyak berhimpun pada rivalnya capres 'Joko Widodo', kerasnya ikut campur pihak asing membangun opini menyerang, membuktikan Prabowo memang capres yang sangat ditakuti para bandit dalam dan luar negeri," ujarnya kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat (27/6).

Jika para bandit kompak menjegal, menurut dia, selayaknya rakyat bersatu padu mendukung dan memberikan mandat kepada Prabowo menjadi pemimpin Indonesia. Tujuannya, agar aksi para bandit dapat segera diakhiri. Sebab, selama ini mereka begitu congkak dan leluasanya menggarong kekayaan, menginjak kedaulatan dan harga diri bangsa Indonesi.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

Bakamla Kirim KN. Singa Laut-402 untuk Misi Kemanusiaan ke Siau

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:40

Intelektual Muda NU: Pelapor Pandji ke Polisi Khianati Tradisi Humor Gus Dur

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:22

Gilgamesh dan Global Antropogenik

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:59

Alat Berat Tiba di Aceh

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:45

Program Jatim Agro Sukses Sejahterakan Petani dan Peternak

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:22

Panglima TNI Terima Penganugerahan DSO dari Presiden Singapura

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:59

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Mengawal Titiek Soeharto

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:25

Intelektual Muda NU Pertanyakan Ke-NU-an Pelapor Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:59

Penampilan TNI di Pakistan Day Siap Perkuat Diplomasi Pertahanan

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:42

Selengkapnya