Joko Widodo alis Jokowi dinilai blunder tarkait pernyataannya yang menyebut pembelian tank leopard oleh TNI AD tidak tepat.
"Jokowi nggak dapat empati dari TNI AD. Jokowi blunder karena menyalahkan keputusan TNI membeli leopard," kata pengamat politik dari UIN Syarief Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago, Jumat (27/8).
Pada saat debat pilpers beberapa hari lalu, Jokowi mengatakan tank leopard tidak sesuai dengan kondisi alam Indonesia, semantara rivalnya, Prabowo Subianto tidak menyalahkan TNI AD, karena tank leopard tetap bisa digunakan di sebagian wilayah Indonesia.
"Harusnya dia (Jokowi) tak usah menanyakan kebijakan pembelian Leopard dan mengarahkan untuk membeli panser Anoa karena TNI akan tetap berkilah bahwa keputusan membeli Leopard sudah tepat," terangnya.
Pangi mengatakan, sebagai negara besar Indonesia harus memiliki tank jenis Leopard. Leopard yang termasuk katagori Tank Tempur Utama atau Main Battle Tank (MBT) harus ada untuk melengkapi kekuatan pokok minimum (minimum essential forces) pertahanan negara. Sedangkan Anoa yang diproduksi Pindad menurut Pangi, memang kendaraan tempur tapi bukan jenis tank. Pertimbangan Jokowi mungkin karena Anoa itu produk Indonesia sehingga bisa memacu perkembangan industri militer dalam negeri.
"Bagaimanapun Anoa tidak bisa menggantikan fungsi MBT seperti Leopard. Prabowo lebih paham ini, karena itu dia bilang Indonesia tetap perlu Leopard," ujarnya.
Pangi menambahkan, Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro mengatakan bahwa spesifikasi tank Leopard yang dibeli sudah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Indonesia.
"Jokowi tetap saja akan kalah dengan TNI. Seharusnya dia mengambil jalan kompromi misalnya dengan melanjutkan produksi Anoa tapi tidak menolak Leopard. Bobot Leopard yang 62 ton dan dibilang Jokowi tak bisa melewati jembatan dan jalan, terbukti tidak benar karena pihak TNI sudah pernah membawa Leopard Surabaya-Situbondo dan ternyata gak ada masalah," kata Pangi.
Di sisi lain Prabowo tidak menyalahkan TNI karena Tank Leopard tetap bisa digunakan di sebagian wilayah Indonesia misalnya di perbatasan negara (batas darat). "Masyarakat jadi yakin bahwa Prabowo jauh lebih paham dibanding Jokowi terkait TNI termasuk peace making dan peace endorsmen dalam pertahanan dan konflik negara," tandas Pangi.
[rus]