Berita

Suasana Kampanye Warnai Puisi Esai

RABU, 25 JUNI 2014 | 23:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Puisi esai terus menunjukkan eksistensinya di dunia sastra Indonesia. Tahun politik malah memantik sejumlah penulis esai sastra untuk merangkai kata menghasilkan karya. Bahkan puisi esai yang dibuat pun tak luput dari isu-isu seputar pemilu.

Puisi esai berjudul 'Kuharap Ayah masih Hidup' karya Denny Januar Ali salah satunya. Puisi ini bercerita tentang rindu seorang anak kepada ayahnya yang sejak 1998 hilang bersama belasan aktivis lain. Puisi itu dipersembahkan Denny JA untuk Dinies, anak aktivis 1998 yang hingga kini raib, yakni Yadin Muhidin.

"Puisi esai adalah laporan hati seseorang pada realitas sosial seseorang. Jadi setiap orang dapat membuat laporan hatinya kapan saja, tentang apa saja, termasuk tentang politik atau Pilpres seperti sekarang," ujar Pemimpin Redaksi Jurnal Sajak, Jamal D Rahman, kepada wartawan di Pisa Cafe Mahakam Jakarta.


Selain karya Denny JA, ada lima buku puisi esai yang diluncurkan di musim politik ini, yaitu Lumpur Lumpur Sejarah, Rantau Cinta Rantau Sejarah, Konspirasi Suci, Kisah Tak Wangi Belahan Jiwaku, dan Tanjung Mata Bulan. Buku diantaranya diluncurkan berbarengan dengan pengumuman pemenang lomba menulis puisi esai 2013 yang
digelar Majalah Jurnal Sajak kemarin. Lomba digelar dengan tujuan agar masyarakat tidak melupakan kesusastraan, terutama puisi, walau sedang sibuk membicarakan atau ikut kampanye pilpres.

Pemenang lomba puisi esai yang digelar Majalah Jurnal Sajak adalah Burhan Shiddiq berjudul "Konspirasi Suci". Karya sastra guru Bahasa Indonesia di Bandung dan sarjana S2 dari UPI Bandung itu mengalahkan 888 karya lainnya. Burhan merupakan penulis cerpen serta novel, dan beberapa kali menjadi juara lomba menulis cerpen tingkat nasional.

Juara kedua diraih oleh Riduan Situmorang dengan karyanya "Balada Cinta Upiak dan Togar". Sedangkan, juara ketiga diraih oleh Isbedy Stiawan ZS dengan karyanya "Cerita Duka dari Negeri Keratuan Darah Putih".

Jamal yang juga juri dalam perlombaan puisi esai ini mengatakan, meski sedang sibuk membicarakan atau bahkan mengikuti kampanye Pilpres 2014 dirinya ingin agar masyarakat tak melupakan kesusastraan.

"Kami ingin puisi esai tetap mendapat tempat di hati masyarakat sepanjang tahun," demikian Jamal.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya