Berita

gus dur-adhie massardi/NET

Politik

Adhie Massardi: Prabowo Akui Kepemimpinan Gus Dur

RABU, 25 JUNI 2014 | 20:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dalam beberapa hari terakhir ini di dunia maya beredar berita menghebohkan yang konon berasal dari hasil wawancara jurnalis AS Allan Nairn dengan Prabowo Subianto.

Yang bikin lebih heboh lagi, dalam wawancara yang menurut pengakuan Nairn dilakukan di kantor Prabowo, kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan (Juni dan Juli 2001), capres nomor 1 ini mengungkapkan kegeramannya kepada Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) yang ketika itu Presiden RI.

"Militer pun bahkan tunduk pada presiden buta! Bayangkan!” demikian kata Prabowo, seperti diungkap pewarta yang pernah ditahan rezim Soeharto saat meliput di Timor Timur itu.


Pernyataan “presiden buta” itu di media sosial digiring sebagai bentuk penghinaan Prabowo kepada Gus Dur.

Namun ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Adhie M Massardi, jubir Gus Dur saat menjabat sebagai presiden maupun setelah dilengserkan, pernyataan Prabowo itu dianggap tidak bermasalah.

“Kalau soal menghina, siapa sih elite Indonesia yang tidak pernah menghina Gus Dur? Tapi Gus Dur selalu memaafkan mereka. Bahkan bukan cuma kepada yang menghina, yang berkomplot menggulingkannya pun Gus Dur memaafkan. Bahkan sudah memaafkan Megawati, kendati hingga Gus Dur wafat tidak pernah minta maaf,” tutur Adhie.

Yang menarik, koordinator Gerakan Indonesia Bersih ini justru melihat dengan menyatakan “Militer pun bahkan tunduk pada presiden buta!” sesungguhnya bekas Danjen Kopasus itu mengakui secara spontan kepemimpinan dan leadership Gus Dur.

“Memang sulit dibayangkan, bagaimana bisa seorang presiden sipil, buta pula, bisa memberhentikan Panglima ABRI nyaris tanpa reaksi dari kalangan militer. Mungkin ketika itu Prabowo iba melihat bekas atasannya diberhentikan Gus Dur,” tutur Adhie.

“Tapi secara umum, apa yang diungkapkan Prabowo benar. Saat itu Gus Dur memang sangat disegani kalangan militer. Makanya bisa mengubah tradisi Panglima TNI dari hanya jatah TNI-AD sekarang jadi jabatan bergilir setiap angkatan. Gus Dur juga berani memisahkan Polri menjadi mandiri, yang semula menjadi subordinasi TNI.”

“Sayang, ketika Gus Dur baru menata Indonesia sebagai negara demokrasi dengan membangun supremasi sipil, Megawati dan para politisi sipil lain malah menarik kembali militer ke kancah politik, sehingga pada saat penggulingan Gus Dur di Parlemen, di Monas berjajar kendaraan perang lapis baja dengan moncong mengarah ke Istana,” pungkas Adhie. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya