Berita

Kejagung Ditantang Buktikan Keterlibatan Jokowi dalam Kasus Transjakarta

RABU, 25 JUNI 2014 | 01:14 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kejaksaan Agung ditantang membuktikan keberaniannya menuntaskan kasus korupsi pengadaan bus Transjakarta di Pemprov DKI senilai Rp 1,5 triliun. Tantangan tersebut disampaikan oleh ratusan massa dari dua elemen pemuda, Gerakan Reformasi Islam (Garis) dan HMI Jakarta Raya saat melakukan unjuk rasa di Gedung Bundar (Selasa, 24/6).

Peserta aksi mengingatkan Kejagung untuk tidak tebang pilih dalam menegakkan hukum. Kejagung diminta tak ragu memeriksa Jokowi karena dalam kasus pengadaan bus Transjakarta dia merupakan pemegang kebijakan.

"Jangan sampai ada opini tebang pilih, sehingga memperburuk citra Kejagung," kata Ali Zainal Abidin dari Garis saat berorasi.


Dalam aksinya mereka membawa berbagai spanduk berukuran 2x3 meter yang berisi bocoran transkrip percakapan antara Jaksa Agung Basrief Arief dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dalam percakapan tersebut orang yang diduga Megawati meminta Basrief tak menyeret Jokowi dalam kasus bus Transjakarta.

Sebagian peserta aksi menggunakan topeng bergambar Jokowi berkemeja kotak-kotak sedang di'kerangkeng' di balik jeruji dengan tangan terborgol.

"Kenapa sampai sekarang Jokowi belum juga diperiksa. Padahal sudah ada empat tersangka," ujar Koordinator aksi dari HMI Cabang Jakarta Raya, Nico Efriza Marpalin.

Nico membantah desakannya untuk memeriksa Jokowi bermuatan politis jelang Pilpres 2014. Nico tegaskan sejak empat bulan sebelum Jokowi ditetapkan sebagai capres dari PDIP, dirinya bersama kader HMI Jakarta Raya sudah menyampaikan aspirasi meminta Kejagung untuk objektof mengusut kasus korupsi bus Transjakarta.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya