Berita

Politik

PILPRES 2014

Pendukung Sebut Jokowi Paham Konsep Trisakti

SELASA, 24 JUNI 2014 | 17:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Joko Widodo alias Jokowi merupakan sosok capres yang memahami konsep Trisakti dalam membangun Indonesia ke depan. Konsep Trisakti yang dimaksud yaitu terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berdasarkan gotong royong, yang diuraikan Jokowi dengan sembilan agenda prioritas atau Nawa Cita.

Demikian dikatakan Ketua Presidium Aliansi Nasionalis Nahdliyin (ANN), Edwin Henawan Soekowati. Edwin mengungkapkan hal itu saat membuka acara Forum Group Diskusi (FGD) Ideologi dengan Tema 'Implementasi Pancasila dan Konsep Trisakti Kabinet Jokowi-JK'  bersama Rois Syuriah KH. Masdar F. Mas'udi, dan Ketua Umum PNI Marhaen, Hj. Sukmawati Sukarnoputri, di Graha ANN, Komplek Gudang Peluru Jakarta (Selasa, 24/6).

Edwin mengatakan ANN sepakat dengan pasangan Jokowi-JK bahwa pembangunan tanpa ideologi bangsa, yaitu Pancasila, maka bangsa Indonesia akan hancur berantakan, terombang-ambing tanpa arah seperti saat ini. Karena itu saat ini harus ada peneguhan kembali ideologi.


Menurut Edwin, seperti tertulis dalam keterangan persnya, ANN terpanggil untuk meluruskan cita-cita nasional rakyat Indonesia yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 sesuai Pembukaan UUD 1945.

"Cita-cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945 masih jauh dari yang diharapkan. Bahkan saat ini sudah terjadi penyimpangan dari yang seharusnya yaitu Pancasila sebagai philosofisch grondslag dan pandangan hidup. Begitu juga dengan UUD 1945 sebagai UUD negara, NKRI sebagai bentuk negara sudah mulai dikhianati secara sistematik," paparnya.

"Karena itu kami lahir dan menyatakan dukungan bukan sebagai ormas yang hura-hura dan tidak mau hanya cek kosong belaka," sambung Edwin.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya