Berita

joko widodo/net

Jokowi Mempermainkan Perasaan Umat Islam

SELASA, 24 JUNI 2014 | 11:18 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Barangkali Joko Widodo calon presiden yang didorong PDI Perjuangan dan sejumlah purnawiran jenderal sudah dapat dikategorikan ke dalam golongan yang dengan sengaja mempermainkan perasaan umat Muslim.

Jokowi entah mengapa terlihat jelas sangat takut menghadapi stigma bahwa dirinya bukan muslim yang baik. Untuk membuktikan dirinya adalah seorang muslim, Jokowi dan para pendukungnya ramai-ramai menyebarkan bukti-bukti yang memperlihatkan kealiman dan kesungguhan Jokowi dalam memeluk agama Islam.

Foto-foto yang memperlihatkan ia dan keluarganya berfoto di halaman Masjid Al Haram, Makkah Al Mukarramah, dengan latar belakang Rumah Allah Kabah, beredar luas di tengah masyarakat. Juga foto-foto yang memperlihatkan ia memimpin shalat jemaah.


Bahkan pernah ada cerita yang dibesar-besarkan tentang kekaguman salah seorang pemimpin ormas muslim terhadap keislaman Jokowi. Ketua ormas muslim ini bahkan disebutkan terkagum-kagum dengan bacaan shalat Jokowi yang panjang dan fasih.

Awalnya, hanya segelitir orang yang mengira Jokowi terlalu khawatir dianggap bukan muslim yang baik. Sampai, pada saat dekalrasi kampanye pilpres damai beberapa waktu lalu dia dengan terang-terangan memperlihatkan kekhawatirannya itu.

Jokowi memulai sambutannya dengan mengucapkan salam yang begitu panjang, yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya. Hal ini membuat banyak yang curiga Jokowi sekadar mengucapkan salam yang begitu panjang sebagai aksesoris untuk menambah bobot keislamannya.

Dalam debat capres ketiga yang lalu, Jokowi menggunakan salah satu isu sensitif di kalangan umat muslim Indonesia yakni persoalan kemerdekaan Palestina. Jokowi dengan lantang mengatakan akan mendukung kemerdekaan Palestina, dengan nada suara yang membuat seolah hanya dirinya yang peduli dengan persoalan itu.

Hal ini pun patut diduga merupakan upaya Jokowi meyakinkan publik bahwa dia adalah muslim yang baik. Tetapi di sisi lain, hal ini juga dianggap sebagai upaya yang mempermainkan perasaan kaum muslim Indonesia, karena Jokowi dan PDIP sebelumnya sama sekali tidak pernah memperlihatkan ketertarikan pada isu ini.

Di sisi lain, secara terpisah, Dutabesar Palestina untuk Indonesia, Fariz N Mehdawi, mengakui bahwa Indonesia memiliki komitmen yang sangat kuat terhadap isu kemerdekaan Palestina sejak dahulu. Komitmen yang sangat kuat ini dimiliki baik pemerintah maupun masyarakat sipil.

Di mata Dubes Fariz, dukungan dan komitmen Indonesia pada Palestina yang merdeka dan berdaulat itu tidak pernah berubah dan senantiasa kuat sejak era Pemerintahan Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Dubes Fariz juga menyampaikan harapan agar isu Palestina tidak dipolitisir dan menjadi kontroversi. Dia ingin isu Palestina menjadi pemersatu masyarakat Indonesia.

Dia juga menyebutkan salah satu pihak di luar pemerintah yang mendukung kemerdekaan Palestina adalah Partai Gerindra. Partai yang didirikan Prabowo Subianto ini pernah memberikan donasi senilai Rp 500 juta ketika Palestina diinvasi Israel. [dem]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya