Berita

Max Sopacua

Wawancara

WAWANCARA

Max Sopacua: Ruhut Diadukan Ke Dewan Kehormatan Demokrat Karena Ngaku Dapat Restu SBY

SELASA, 24 JUNI 2014 | 09:27 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Dukungan Ruhut Sitompul ke pasangan Jokowi Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK)  membuat internal Partai Demokrat meradang.

Anggota Komisi III DPR itu akan dilaporkan ke Dewan Kehormatan (DK) Partai Demokrat karena mengklaim telah mendapat izin dari  SBY dalam memberikan dukungan ke Jokowi-JK.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua menegaskan, dukungan Ruhut terhadap pasangan capres nomor urut dua merupakan  langkah pribadi. Bukan atas restu SBY.


“ Kapan Ruhut menghadap Pak SBY untuk meminta restu dukung Jokowi-JK. Pekan lalu, beliau berada di Fiji selama empat hari. Kami meminta dia menghentikan klaim itu. Kalau mau dukung secara pribadi, silakan,” tegas Max Sopacua kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

 Menurut  Max, sebagai Wakil Ketua Umum Demokrat dirinya lebih memiliki peluang untuk bertemu SBY. “Saya juga anggota majelis partai, itu pun tidak sembarangan bisa ketemu dengan Pak SBY. Sangat janggal kalau Ruhut bilang ketemu SBY dan minta restu,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa Partai Demokrat  memberikan sanksi kepada Ruhut?
Besok (hari ini-red), kami panggil dia dulu. Kami akan meminta penjelasan, sekaligus menegaskan kalau dia nggak boleh sembarangan menyebut restu. Saya yakin, SBY tidak pernah memberi dia restu untuk mendukung Jokowi-JK.
 
Apa saja yang akan dipertanyakan dalam pertemuan itu?
Banyak. Di antaranya, motif Ruhut mendukung Jokowi-JK. Saya mau tanya, apa dasarnya dia mendukung Jokowi. Apakah ada garis yang khusus atau hanya mau tampil beda. Kami tidak mau ada penilaian lain kepada ketua umum, karena pernyataan dia mengesankan Pak SBY memberi izin.

Selain itu, kami juga ingin menanyakan, apakah benar dia mendapat tawaran posisi menteri. Padahal, dalam berbagai kesempatan kubu Jokowi-JK menegaskan tidak akan melakukan pembagian kursi. Saya tidak yakin Ruhut mendapat tawaran itu.
 
Ruhut sudah memberikan penjelasan di berbagai media soal alasannya mendukung Jokowi-JK, tanggapan Anda?
Menurut penilaian saya, semua alasan yang disampaikan Ruhut tidak masuk akal. Masak dia mengalihkan dukungan hanya karena selogan ‘Indonesia Hebat’ yang disampaikan Jokowi-JK.

Kemudian, pernyataan dia soal tidak mendapat dukungan atau tempat di Demokrat, itu seperti anak kecil. Kami tegaskan, Demokrat mempersilakan kadernya menggunakan hak politiknya. Tapi, hak itu jangan dia benturkan dengan kepentingan lain. Apalagi sampai mengklaim telah mendapat restu Pak SBY.
 
Kabarnya, Ruhut akan diadukan ke Dewan Kehormatan?
Betul. Kalau Ruhut deklarasi (dukungan), berarti dia ingin berhadapan head to head dengan Partai Demokrat. Alasan itu sangat kuat untuk membawanya ke Dewan Kehormatan karena mengaku dapat restu dari Pak SBY.

Kami perlu penyelesaian. Kami akan selesaikan ini di Komisi Pengawas dan Dewan Kehormatan Partai Demokrat.

Suaidi Marasabessy juga mendukung Jokowi-JK, kenapa tidak mendapat perlakuan yang sama?
Dukungan Ruhut kepada Jokowi-JK berbeda dengan dukungan Pak Suaidi. Dukungan beliau dinyatakan sebelum Rapimnas Demokrat dan tidak dideklarasikan kepada publik seperti dilakukan Ruhut. Kalau keinginan hati, kami tidak akan melarang. Tapi, jangan head to head dengan Partai Demokrat. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya