Berita

foto:net

Politik

Pencetakan Sawah Baru Prabowo-Hatta Sangat Dibutuhkan

SENIN, 23 JUNI 2014 | 05:34 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Program pencetakan sawah baru seluas 2 juta hektare oleh Prabowo-Hatta sangat mendesak dan suatu keharusan bagi Indonesia.

Selain energi, ketahanan pangan menjadi perhatian serius oleh semua negara di dunia, termasuk Indonesia.

"Program ini untuk melindungi dan memenuhi kebutuhan pangan kelompok bawah. Prabowo-Hatta juga ingin Indonesia swasembada pangan," kata Tim Sukses bidang Ekonomi Prabowo-Hatta, Amir Sambodo dalam diskusi 'Substansi Debat Capres soal Ekonomi: Fakta atau Slogan?' di kawasan Cikini, Jakarta, Minggu (22/6).


Ia menjelaskan, pencetakan sawah baru sangat dibutuhkan Indonesia, karena impor pangan nasional nilainya terus naik dari tahun ke tahun, sementara wilayah Indonesia untuk penambahan sawah baru masih sangat luas.

Amir menjelaskan, ada tiga hal utama konsep ekonomi yang diusung Prabowo-Hatta. Pangan, industri dan infrastruktur-enargi.

Soal industri, Prabowo-Hatta sudah komitmen akan membangun industri mobil nasional.

"Untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi menjadi 7 persen bahkan lebih, maka pembangunan industri penting, termasuk industri mobil nasional," terangnya.

Dan terakhir, lanjut Amir, bidang infrastruktur dan energi. Prabowo-Hatta akan membangun irigasi pedesaan, perumahan, jalan tol, pelabuhan udara, pelabuhan laut, kemudian membangun potensi-potensi investasi. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya