Berita

Andi Gani Nena Wea

Wawancara

WAWANCARA

Andi Gani Nena Wea: Jutaan Buruh Jadi Saksi Di TPS Agar Jokowi-JK Tak Dicurangi

JUMAT, 20 JUNI 2014 | 08:59 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Relawan Buruh Sahabat Jokowi siap mengawal pelaksanaan Pilpres 9 Juli mendatang di Tempat Pemungutan Suara (TPS).    

“Kami memastikan jutaan buruh akan menjadi saksi tim pemantau untuk mengawasi TPS di seluruh Indonesia agar Jokowi-JK tidak dicurangi,’’ kata Presiden Kon­federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, kepada Rakyat Mer­deka, kemarin.

Belajar dari pileg lalu, lanjut Andi, yang banyak kecurangan, maka sudah sewajarnya semua elemen bangsa yang cinta de­mokrasi mengawasi pelaksanaan pilpres dan penghitungan suara agar tidak ada kecurangan.


“Langkah konkrit kami adalah mengawal suara di TPS. Paling tidak meminimalisir kecura­ngan,’’ ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya;

Anda mencium bakal ada kecurangan?
Perlu diwaspadai saja, jangan sampai seperti Pileg lalu  yang banyak kecurangan. Kami tidak mencurigai siapa pun, hanya berjaga-jaga untuk keutuhan pe­rolehan suara saja. Apalagi Jo­kowi-JK dapat banyak kampanye hitam. Tentu kecurangan di TPS juga perlu diwaspadai.

Ini adalah demokrasi, tentu seharusnya berjalan demokrasi. Maka kami akan menjaga dengan baik TPS dan penghitungan suara.

Berapa banyak TPS yang dijaga buruh?

Kami sanggup meng-cover 40 persen TPS yang tersebar di seluruh Indonesia.

Seberapa besar dukungan buruh ke Jokowi-JK dalam Pilpres 2014?
Saya bersama Mudhofir men­ja­di inisiator Relawan Buruh Sa­habat Jokowi yang merupakan dua konfederasi terbesar di In­donesia yakni, Konfederasi Seri­kat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) yang memiliki jutaan ang­gota di pusat maupun daerah.

Di Pilpres 2014 kami siap me­nyumbangkan suara bagi ke­menangan Jokowi-JK sebanyak 5-7 juta suara.  Sebab, kami me­mi­liki jaringan yang kuat dari Sabang sampai Merauke. Di semua daerah ada perwakilan kami.

Langkah apa yang dilakukan untuk memenangkan Jokowi-JK?
Kami sudah bergerak dari 6 bulan yang lalu dengan memben­tuk Relawan Sahabat Jokowi. Relawan Buruh Sahabat Joko­wi itu memiliki divisi-divisi. Mi­salnya, Relawan Guru Indonesia, Relawan Nelayan dan Relawan Rakyat yang berinduk di Rela­wan Buruh Sahabat Jokowi.

Bagaimana Relawan Buruh Sahabat Jokowi meyakini buruh untuk memilih Jokowi-JK?
Saat Jokowi menjadi Walikota Solo dan  Gubernur DKI Jakarta sudah teruji keberpihakannya ter­hadap rakyat.

Misalnya, mem­buat Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP).
Sebenarnya ada tiga faktor penting bagi buruh yang harus terpenuhi yakni transportasi yang murah, pelayanan kesehatan dan pendidikan yang gratis.

Kalau semua terpenuhi, tentu itu akan menunjang masalah pe­ngupahan ke depan. Jokowi su­dah melakukan kerja nyata, bukan capres yang janji omong ko­song.

Apa mereka semua sudah siap menangkan Jokowi-JK?
Saya pastikan semua sudah siap. Sekarang kami tinggal me­la­ku­kan pemantapan di bawah de­ngan melakukan konsolidasi akbar untuk menangkan Jokowi-JK.

Saya dan Mudhofir akan turun langsung ke Solo, Jawa Tengah, Pa­pua, Sulawesi, Maluku dan dae­rah lainnya untuk mensosia­lisasikan itu.

Selain itu kami juga memas­tikan jutaan buruh akan menjadi saksi tim pemantau untuk me­ngawasi setiap TPS di seluruh Indonesia.

Bagaimana dengan TKI di luar negeri?
Kami yakin suara buruh mi­gran juga mendukung Jokowi-JK. Kami sudah hadir di tengah-tengah buruh migran di Hong­kong, Macau, Malaysia, Korea Selatan dan negara lainnya. Kami memiliki cabang di sana.  

Kami sudah melakukan peme­taan dan evaluasi. Kami melihat untuk pemilih diluar negeri kami bisa memprediksi akan raih suara di atas 70 persen. Sebab, pada pi­leg saja PDIP memperoleh suara signifikan di luar negeri.

Apa WNI di Eropa juga akan dukung Jokowi –JK?
Jokowi-JK diprediksikan akan menangkan di atas 75 persen di Eropa. Baru-baru ini saya kun­jungi Eropa,  WNI di sana me­nyakini bahwa Jokowi-JK adalah sosok yang bagus.

O ya, banyak kampanye hitam menerpa Jokowi?
Kami membuat lea­flet ber­ben­tuk komik agar mudah dipa­hami masyarakat mengenai kon­disi se­benarnya Jokowi.  Nanti tim kami akan door to door mene­mui rakyat.
 
Apa cukup itu saja?
Tidak. Kami juga membuat film dokumenter mengenai perjalanan hidup Jokowi dan perjuangannya untuk rakyat, termasuk kehidupan keluarganya.

Anda sebagai Ketua Delegasi Indonesia dalam sidang ILO ke 103, apa yang disampaikan?
Saya menyampaikan banyak kemajuan penting, bahwa buruh di Indonesia sudah memiliki paham mengenai hidup layak. ***

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya