Berita

Jusuf Kalla/net

Politik

JK Dinobatkan Bapak Komodo, NTT Siap Menangkan Nomor Urut 2

KAMIS, 19 JUNI 2014 | 20:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Muhammad Jusuf Kalla dinobatkan sebagai Bapak Komodo oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya. Frans pun mengajak para pendukungnya memenangkan pasangan nomor urut 2 pada 9 Juli nanti.

JK sapaan akrabnya melanjutkan road show kampanye ke Kupang, NTT usai menemui para kiai kampung di Jawa Timur Kamis (19/6). JK ke Kupang dalam rangka kampanye akbar di GOR Flomabora. Disana JK langsung disambut Gubernur NTT yang juga Ketua DPD PDIP Frans Lebu Raya.

Dihadapan sekitar 5 ribu simpatisan Jokowi-JK, Frans mengajak masyarakat NTT berbondong-bondong mencoblos pasangan nomor urut 2 pada Pilpres 9 Juli nanti. Alasannya sederhana, sebab pasangan inilah yang sudah berbuat banyak bagi NTT.


"Selama di pemerintahan, Pak JK sudah beliau banyak beri perhatian pada NTT. Begitu juga setelah di luar pemerintahan, beliau jadikan komodo jadi salah satu tujuh keajaiban dunia. Itu bukti perhatian beliau, bukan janji lagi tapi nyata. Pantas hari ini kita sebut beliau sebagai Bapak Komodo," kata Frans Lebu membakar semangat para pendukungnya.

JK, lanjut Frans, berhasil kumpulkan 300 juta sms hanya dalam 24 hari dalam ajang Tujuh Keajaiban dunia.

Begitu pun dengan Jokowi. Menurut Frans, Pemprov NTT telah menandatangani kerjasama dengan Pemprov DKI dalam pengembangan ternak sapi di NTT. "Beliau jadi gubernur saja sudah berbuat bagi NTT apalagi kalau sudah jadi presiden," tegasnya.

Nah atas dasar itu, Masyarakat NTT, kata Frans, tidak perlu lagi meragukan komitmen pasangan nomor urut 2, Jokowi-JK dalam membangun bangsa khususnya NTT. "Beliau berdua berkomitmen. Tak perlu lagi diragukan. Bapak-bapak sudah saksikan dua kali debat, buktikan tak ada keraguan. Jadi katakan pada keluarga bahwa Jokowi-JK ini dua-duanya tokoh hebat," tegasnya.

Bukan hanya itu, JK, selama berpasangan dengan SBY menjabat Wapres 2004-2009, menunjukkan tingkat kepuasan atas pemerintahan SBY-JK 80 persen. "Jadi beliau punya peranan penting. Apalagi kita sama-sama orang timur masa kita ragu," tambah dia.

Sementara itu, JK bangga melihat ribuan simpatisannya berkumpul mendukung dirinya di Pilpres 2014. Ini menunjukkan masyarakat NTT adalah masyarakat tangguh dan punya semangat juang tinggi. "Mari kita satukan tekad untuk Indonesia hebat, Indonesia lebih makmur, Nasib bangsa ke depan kita tentukan hak kita, untuk kemajuan kita semua," katanya.

Masyarakat NTT, lanjut JK, harus bangga karena punya kelebihan yang beda dengan negara lain. Karenanya NTT tidak boleh kalah maju dengan propinsi lainnya seperti NTB dan Bali. "Jadi walau disebut bapak komodo saya siap demi kemajuan negeri ini," katanya. JK pun berjanji akan lebih berbuat banyak jika terpilih pada pilpres mendatang.

Dalam kesempatan itu, JK sempat menyinggung soal pendapat capres lain yang menilai hampir 70 persen anggaran negeri ini bocor. Bagi JK ini sama saja dengan menganggap mayoritas pejabat, kepala daerah, hingga PNS di negeri ini merampok.

"Tapi saya katakan tidak. Di negeri ini jauh lebih banyak orang baik. Ada yang tidak baik iya, ada yang korupsi iya, tapi percayalah di negeri ini lebih banyak orang jujur. Jadi jangan kita jelekkan bangsa kita sendiri. Indonesia nanti dikatakan negara koruptor. Karena itulah dibutuhkan kepemimpinan," pungkasnya. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya