Cawapres Jusuf Kalla genjot elektabilitas di kota kelahiran Ketua Timses Prabowo-Hatta, Mahfud MD. Berkeliling temui kyai-kyai kampung, JK target 60 persen di basis Nadhatul Ulama ini.
"Banyak yang tanya soal Mahfud, saya bilang, Pak Mahfud kan tidak jadi calon presiden. Kalau Mahfud mencalonkan, 100 persen disini. Ya saya tidak usah datang," kata Jusuf Kalla di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Rabu (18/6)
JK menilai Mahfud cuma masuk tim sukses Prabowo-Hatta. Sementara Pilpres, kata JK, adalah pertarungan figur masing-masing kontestan. Ketua Palang Merah Indonesia ini pun meyakini orang-orang Madura akan memilih dirinya karena punya basis Nadhatul Ulama.
"Saya ini pengurus NU dan sini di Madura semua orang NU. Makanya, saya bisa berkomunikasi dengan mereka. Saya cukup diterima kalangan ulama. Makanya tadi bersiarah ke makam ulama besar disini dan cucunya. Kemudian akan bertemu lagi dengan ulama lainnya," kata JK.
Karenanya, JK pasang target tinggi di Madura dengan perolehan suara diatas 50 persen.
"Target 60 persen di Madura. Tidak perlu terikat dengan kata-kata orang bahwa Jokowi-JK tidak kuat disini. Karena kami juga kerja banyak mendekati tokoh ulama disini dan rata-rata beri sinyal baik," yakin Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini.
JK memang melakukan road show di sepanjang Kabupaten Bangkalan, Pamekasan dan Pasuruan dalam lanjutan kampanye di Jawa Timur. Di Pagi harinya, JK dan rombongan ziarah kubur ke makam Kyai Kondang Jawa Timur KH Syaichona Kholil, lalu bersilaturrahmi ke kediaman cucu KH Kholil, KH Zubair lalu lanjut menemui perempuan-perempuan PKB dan tokoh perempuan Bangkalan di DPC PKB Bangkalan. Bertemu tokoh-tokoh perempuan NU, JK meneruskan wejangan KH Zubair.
"Kami datang ke Bangkalan ketemu KH Zubair. Fatwanya bisa menang asal pemilu jujur karna menurut beliau masyarakat butuh pemimpin yang jujur dan tidak pernah berbuat salah pada rakyat. Dengan demikian tujuan kita agar pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan tercapai," kata JK.
Agar pemilu jujur, sambung dia, butuh pengawasan dan saksi-saksi agar masyarakat bisa gunakan hak pilihnya dengan damai pada Pilpres 9 Juli nanti.
"Saya bersama Jokowi siap berjuang bersama-sama untuk kemajuan bangsa ini. Awasi Pilpres dengan jujur, serta beri saksi dan lakukan pengawasan," pungkasnya.
[wid]