Berita

AnnaLynne McCord

Blitz

AnnaLynne McCord, Jadi Aktivis Karena Pernah Diperkosa

RABU, 18 JUNI 2014 | 09:33 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Banyaknya korban pemer­kosaan yang tak berani bercerita atau melawan perbuatan keji sang pelaku, bikin AnnaLynne McCord geram dan memutuskan jadi aktivis pro korban pemerkosaan.

Artis yang akrab di sapa Anna ini, sedang giat-giatnya ber­kampanye mengumpulkan duku­ngan sekaligus melakukan pen­dekatan dan motivasi ke para wanita korban kejahatan seksual.

“Yang lebih penting bagiku ada­lah menjangkau lebih banyak para korban untuk mengatakan kepa­daku tentang cerita mere­ka,” ce­tus­nya di situs Femalefirst kemarin.


Bintang serial 90210 ini pa­ham betul soal psikologi korban pemer­kosaan. Kerap menemui konflik batin, dihantui ketakutan akan mendapat hinaan dan diskri­minasi ketika membuat pengakuan.

Bukan asal sebut, bintang Dal­las itu mengaku pernah diper­ko­sa oleh temannya sendiri ketika berusia 18 tahun. Malu dan takut, Anna pun menyembunyikan tragedi itu selama bertahun-tahun.

“Dukungan yang aku terima luar biasa. Anda berpikir Anda akan dipermalukan dan akan ada hal buruk, hinaan. Tapi kenya­ta­annya sebaliknya,” kisah Anna seputar konflik batinnya.

Artis berusia 26 tahun ini berc­e­rita. Keluarganya me­mi­li­ki aturan ketat dan begitu meng­ekang, Anna pun kerap diberi ganjaran huku­man fisik. Saat itu, dia memutuskan untuk pergi dari rumah.

Kemudian dia pergi ke Los Angeles, mencoba peruntungan di dunia akting. Suatu malam, ketika sedang asyik tertidur Anna diper­kosa oleh seorang teman yang enggan ia sebut identitasnya.

Ia depresi dan sempat berpikir untuk mengakhiri hidup. “Awal­nya kami duduk di tempat tidur dan ngobrol sebentar, kemudian aku tertidur. Saat aku terbangun dia sudah ada di sampingku. Se­lama beberapa bulan aku hidup dalam kegelapan,” tuturnya.

“Aku punya pil dan air di ta­nganku, berpikir serius untuk bu­nuh diri. Aku tidak takut mati, aku pikir itu sebuah solusi. Saat aku hendak menenggak pil itu, ti­ba-tiba aku mendengar diriku be­rteriak untuk berhenti,” lan­jutnya. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya