Calon Presiden Jusuf Kalla (JK) yakin akan meraih dukungan besar dari masyarakat Jawa Timur. Keyakinan JK ini menyusul kerja-kerja politik yang dilakukan dirinya bersama pasangannya Joko Widodo beserta partai pendukungnya.
"Insya Allah (Jawa Timur) kita menang 60-70 persen suara," kata JK disela-sela kunjungannya ke Pusat Industri Kerajinan Tempe Sanan, Malang, Jatim (Selasa, 17/6).
JK sendiri menganggap perebutan suara di Jatim sangat penting mengingat mayoritas suara berada di Pulau Jawa. Nah untuk itu, JK mengaku sudah bagi tugas dengan Jokowi memaksimalkam kampanye di Jatim.
"Penduduk Indonesia kan 60 persen berada di Jawa. Jadi sangatlah padat sehingga tidak mungkin ditempuh oleh Jokowi saja. Saya mengambil daerah sebelah timur, ketemu para ulama, tokoh masyarakat dan lainnya," kata JK.
JK juga yakin suara masyarakat Nahdliyin akan masuk ke basis Jokowi-JK. Kendati ada yang nyebrang, JK menolak kalau disebut suara Nahdliyin pecah. "Daerah tapal kuda ini memang dinamis sekali. Tapi kalau dilihat deklarasi dukung Jokowi-JK dimana-mana, itu banyak sekali," katanya.
Di tempat yang sama, Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding yakin dukungan Gubernur Jawa Timur Soekarwo ke kubu lawan, Prabowo-Hatta tidak akan berpengaruh terhadap elektabilitas Jokowi- JK di Jatim. PKB yakin grassroot PKB dan PDIP mayoritas ke pasangan nomor urut 2.
"Jawa Timur yang menang kan PKB baru PDIP. Jadi dari sisi partai kita optimis, karena pengaruh gubernur (Soekarwo) tidak sekuat partai," katanya.
Tak hanya itu, menurut dia, sejumlah daerah dukungan kepala daerah juga tidak terlalu signifikan. Buktinya di pemilu legislatif, Partai Demokrat perolehan suaranya kalah dari PKB dan PDIP padahal gubernurnya berasal dari Partai Demokrat.
"Makanya kami yakin grassroot PKB dan PDIP mayoritas ke Jokowi-JK," pungkasnya.
[rus]