Berita

jokowi-jk/net

Politik

Jokowi-JK Berbagi Tugas Garap Jawa Timur

SELASA, 17 JUNI 2014 | 16:11 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Calon Presiden Jusuf Kalla (JK) yakin akan meraih dukungan besar dari masyarakat Jawa Timur. Keyakinan JK ini menyusul kerja-kerja politik yang dilakukan dirinya bersama pasangannya Joko Widodo beserta partai pendukungnya.

"Insya Allah (Jawa Timur) kita menang 60-70 persen suara," kata JK disela-sela kunjungannya ke Pusat Industri Kerajinan Tempe Sanan, Malang, Jatim (Selasa, 17/6).

JK sendiri menganggap perebutan suara di Jatim sangat penting mengingat mayoritas suara berada di Pulau Jawa. Nah untuk itu, JK mengaku sudah bagi tugas dengan Jokowi memaksimalkam kampanye di Jatim.


"Penduduk Indonesia kan 60 persen berada di Jawa. Jadi sangatlah padat sehingga tidak mungkin ditempuh oleh Jokowi saja. Saya mengambil daerah sebelah timur, ketemu para ulama, tokoh masyarakat dan lainnya," kata JK.

JK juga yakin suara masyarakat Nahdliyin akan masuk ke basis Jokowi-JK. Kendati ada yang nyebrang, JK menolak kalau disebut suara Nahdliyin pecah. "Daerah tapal kuda ini memang dinamis sekali. Tapi kalau dilihat deklarasi dukung Jokowi-JK dimana-mana, itu banyak sekali," katanya.

Di tempat yang sama, Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding yakin dukungan Gubernur Jawa Timur Soekarwo ke kubu lawan, Prabowo-Hatta tidak akan berpengaruh terhadap elektabilitas Jokowi- JK di Jatim. PKB yakin grassroot PKB dan PDIP mayoritas ke pasangan nomor urut 2.

"Jawa Timur yang menang kan PKB baru PDIP. Jadi dari sisi partai kita optimis, karena pengaruh gubernur (Soekarwo) tidak sekuat partai," katanya.

Tak hanya itu, menurut dia, sejumlah daerah dukungan kepala daerah juga tidak terlalu signifikan. Buktinya di pemilu legislatif, Partai Demokrat perolehan suaranya kalah dari PKB dan PDIP padahal gubernurnya berasal dari Partai Demokrat.

"Makanya kami yakin grassroot PKB dan PDIP mayoritas ke Jokowi-JK," pungkasnya. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya