Berita

foto:net

Bidan PTT Dipungli, DPR Ingatkan Kemenkes

SELASA, 17 JUNI 2014 | 15:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kalangan DPR mendesak agar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera menindaklanjuti praktek pungutan liar (pungli) yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten di Propinsi Sumatera Utara terhadap Bidan pegawai tidak tetap (PTT), untuk administrasi pengurusan perpanjangan Bidan PTT yang telah melaksanakan masa tugas sembilan tahun.

Desakan ini disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI, Poempida Hidayatulloh, Selasa (17/6).

Menurutnya masalah ini sudah masuk ke ranah hukum. Namun paling tidak, Kemenkes bisa melakukan peneguran, lewat Irjen Kemenkes, sesuai dengan tugas dan fungsinya.


"Irjen Kemenkes harus berani menguak kasus pungli ini," ujar Poempida.

Dinkes kabupaten mana saja dan berapa nominalnya, Poempida membeberkan data tersebut. Kata dia, berdasarkan laporan yang ada, terdapat 10 kabupaten di Sumut meliputi: Dinkes Kabupaten Simalungun, Dinkes Kabupaten Padang Lawas, Dinkes Kabupaten Padang Lawas Utara, Dinkes Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Dinkes Kotamadya Binjai, Dinkes Kabupaten Serdang Bedagai, Dinkes Kabupaten Langkat, Dinkes Kabupaten Deli Serdang, Dinkes Kabupaten Dairi dan Dinkes Kabupaten Tapanuli Selatan.

Untuk nominalnya, Poempida menjelaskan, pungli yang diminta kepada Bidan PTT kisaran mulai Rp 1,4 juta sampai Rp 16 juta per bidan.

Politisi muda Golkar ini meminta aparat hukum untuk menangkap pelaku pungli di 10 Dinkes Kabupaten se Sumut tersebut.

"Sebisanya segera ditangkap saja kalau memang ingin menciptakan pemeritahan yang bersih. Prinsipnya yang penting beres dan jangan sampai terjadi pungli lagi," pungkas Poempida. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya