Berita

Khofifah Indar Parawansa

Wawancara

WAWANCARA

Khofifah Indar Parawansa: Yang Under Estimate Pada Jokowi Akhirnya Terjawab Selama Debat

SELASA, 17 JUNI 2014 | 08:59 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Jokowi dalam dua kali debat capres memberikan contoh tindakan nyata saat menjadi Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta.

Tindakan nyata yang dilakukan Jokowi untuk mensejahterakan rakyat itu bukan lagi janji omong kosong. Tapi sudah konkret, ada faktanya.

Memang skalanya di tingkat daerah, yakni di Solo dan Jakarta. Tapi itu sudah bisa dijadikan acuan bahwa jika Jokowi dipercaya menjadi presiden lima tahun ke depan, tentu akan berbuat hal yang sama untuk rakyat Indonesia.


Demikian disampaikan Juru Bicara Tim Sukses Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) Khofifah Indar Parawansa kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

“Dua kali jalannya debat, itu excellent. Nilainya cumlaude. Semua gagasan dan pemikiran dari Pak Jokowi sudah disampaikan kepada publik,” papar Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) itu.

Berikut kutipan selengkapnya;

Debat kedua dengan tema Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, apa tanggapan Anda?
Tema itu sudah dipahami Pak Jokowi. Selama menjabat Gubernur DKI Jakarta, beliau sudah menjalankan program kesejahteraan rakyat, seperti Kartu Jakarta Sehat (KJS) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP). Tentu kami puas dengan hasil debat itu.
 
Kenapa Anda puas?
Kami puas melihat jalannya debat. Pak Jokowi lebih panjang dalam menjawab pertanyaan. Ketenangan beliau sangat terjaga sekali. Tutur katanya sistematis. Orang sangat mencerna apa yang disampaikan Pak Jokowi. Beliau tidak terlihat gugup di depan audience.  Dari sisi waktu, tidak ada yang terbuang. Semuanya dijawab dengan pas.

Yang selama ini under estimate terhadap Jokowi, semuanya sudah terjawab. Debat malam itu pantas diberi skor 5-0 untuk keunggulan Pak Jokowi.

Apa sudah sesuai dengan harapan dari tim sukses?
Dua kali jalannya debat, itu excellent. Saya berikan nilai cumlaude. Semua gagasan dan pemikiran dari Pak Jokowi sudah disampaikan kepada publik. Salah satunya mengenai membangun daya saing di tataran pelaku usaha kecil, Jokowi memperhatikan pasar tradisional. Dengan cara modernisasi pasar trasional akan dilakukan di 5.000 pasar tradisional, dan merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) agar mendapatkan tempat berdagang yang lebih baik.

Bagaimana dengan penyampaian materi debat?
Karena tema besarnya adalah Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, tentunya Pak Jokowi sudah paham. Selama menjabat Gubernur DKI Jakarta, beliau sudah menjalankan program seperti Kartu Jakarta Sehat (KJS), Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Kemudian beliau juga sudah launching Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat. Jadi bukan hanya paham akan konsep. Tapi sudah menjalankan konsep tersebut dan berhasil.

Benarkah Jokowi latihan debat dengan timses sebelum debat dilakukan?
Itu bukan latihan. Saya menyebutnya hanya semacam diskusi dan brain storming.

Saling bertukar pikiran dengan anggota timses dan tim ahli. Jangan under estimate dulu. Siapapun yang akan menghadapi debat pasti ada semacam persiapan. Tujuannya untuk menajamkan konsep yang akan diajukan. Saling explore mencoba cari penajaman dari konsep yang kita punya.

Dari sisi penyelenggaraan debat, apakah masih ada yang kurang?
Dalam debat kedua itu, saya melihat sudah ada perubahan dari penyelenggara, yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU). Jika dalam debat pertama tidak ada pengantar dari KPU. Tapi debat kedua ada Ketua KPU yang mendampingi. Jadi memperjelas bahwa debat diadakan oleh KPU. Selama ini tidak semua publik tahu kalau yang menyelenggarakan debat itu adalah KPU.

Bagaimana dengan moderator debat?
Kita membutuhkan bahasa yang lebih formal agar mudah dimengerti oleh masyarakat. Kalau pun ada kekurangan, kami bisa memaklumi. Sebab, moderator bukan presenter, pasti akan sangat berbeda.

Kalau presenter lebih luwes dalam pembawaan jalannya debat. Dua moderator debat profesinya dosen, sehingga bahasanya relatif formal. Pembawaan lebih terarah karena memang dipandu daftar pertanyaan. Ini berbeda dengan dialog di televisi. Masing-masing diberikan waktu yang sama.

Moderator dipilih oleh timses kedua kandidat, bagaimana prosesnya?
Awalnya calon moderator tidak tunggal. Ada tujuh orang. Kemudian KPU mempersempit nama-nama tersebut menjadi lima kandidat. Nama-nama itu diserahkan ke masing-masing timses, dan timses yang mengambil keputusan bersama.

Apa saja kriterianya?

Tidak terindikasi sebagai tim pemenangan dari salah satu kandidat. Tidak berada dalam sebuah partai atau kelompok yang mendukung kandidat. Ada scoring system yang diberlakukan oleh KPU.

Untuk debat kedua yang mendapatkan skor tertinggi sebagai moderator debat adalah Ahmad Erani Yustika. Saya rasa proses pemilihan moderator sudah obyektif. ***

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya