Berita

Dulang Dukungan Para Kiai, JK Diminta Perhatikan Pesantren

SENIN, 16 JUNI 2014 | 21:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Cawapres Jusuf Kalla yang bersilaturrahmi ke Pondok Pesantren Sudogiri, Kabupaten Pasuruan, dalam lawatannya di Jawa Timur, malam ini (Senin, 16/6) mendulang dukungan dari para kiai. Dalam kesempatan itu, JK pun diminta memperhatikan pesantren.

JK tiba di lokasi jelang Maghrib, 17.45 WIB dan langsung disambut tiga pimpinan pesantren, KH Fuad Nur Hasan, KH Baharuddin Thoyib, dan KH. Abd. Siradj. JK lalu diantar ke sebuah masjid untuk bisa menunaikan ibadah.

Menuju masjid yang terletak di belakang pesantren, puluhan  santri ikut mengantar. Sementara tak sedikit santri yang mengelu-elukan pasangan capres-cawapres nomor urut 2 ini. Ssesekali terdengar teriakan lantang "Hidup Jokowi, Hidup JK" dari para santri.


JK lalu menyempatkan diri sholat di masjid yang terletak di belakang pesantren. Pesantren ini sendiri terbilang cukup besar dan gedungnya menjulang tinggi. Begitu masuk ke dalam suasana sesak sudah cukup terasa. Lantunan doa begitu nyaring terdengar ke seluruh penjuru pesantren. Pimpinan pesantren ini mengakui santrinya berjuah 3 -4 ribu orang.

Usai sholat JK lalu pamit. Kepada wartawan JK mengatakan kunjungannya ke Pesantren ini adalah bersilaturrahmi dan mohon dukungan di Pilpres 2014. "Dari Banten ke sini,  silaturahim, minta doa restu, mohon petunjuk, minta dukungan semoga indonesia tambah baik," kata JK mengemukakan tujuannya datang ke Ponpes ini.

JK menampik kedatangannya ke pesantren ini untuk berkampanye. JK juga menolak kalau ini juga dikait-kaitkan dengan tabloid Obor Rakyat yang menyebarkan secara negatif soal sosok Jokowi. "Nggaklah. Ini silaturrahim. Kan  sudah dilaporin ke mabes juga itu fitnah," jelas JK.


JK juga angkat bicara soal pernyataan Prabowo yang mengklaim APBN mengalami kebocoran 7  ribu triliun. "APBN cuma Rp 1800 Triliun, bagaimana bocornya tujuh ribu triliun. Bagaimana cara menghitungnya? Yang dikorupsi kan hanya anggaran pembangunan, gaji kan ga bisa dikorup. Jadi kalau pertahun segitu nggak mungkin, mungkin dia nggak ngerti data," kritik JK.

KH Fuad Nur Hasan mengatakan saat sholat JK tampil sebagai imam. Dia pun mendoakan Ketua Dewan Masjid Indonesia ini menang Pilpres 2014.

Namun, jika pasangan yang diusung PDIP, Nasdem, PKB dan Hanura ini menang, Fuad meminta JK peduli pada pengembangan pendidikan kalangan santri. "Kita berharap beliau perhatikan pada pesantren," harapnya.[dem]

Populer

UPDATE

Selengkapnya