Berita

Konferensi Jurnalis Dunia Sepakati Deklarasi Perdamaian Korea

SENIN, 16 JUNI 2014 | 14:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Korea merupakan satu-satunya negara di dunia yang menjadi korban Perang Dunia Kedua dan hingga kini masih terbelah. Perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani Korea Utara dan PBB tahun 1953 silam tidak lantas menghapuskan ketegangan dan situasi konflik di antara kedua negara itu.

Pembicaraan yang melibatkan enam negara atau six party talk yang dimulai tahun 2003 lalu dengan tujuan menghentikan program nuklir Jepang tidak juga memperlihatkan hasil. Bahkan pembicaraan itu mentok.

Di sisi lain, kedua negara terus melanjutkan pembicaraan ke arah penyatuan kembali kedua bangsa, seperti yang dilakukan tahun 2000 dan 2007, walaupun masih terkendala.


Upaya penyatuan kembali Korea secara damai menjadi topik utama yang dibahas dalam Konferensi Jurnalis Dunia 2014 yang diselenggarakan Asosiai Jurnalis Korea (AJK) di Seoul, Korea Selatan (Senin, 16/6). Sekitar 80 peserta dari 50 negara hadir dan konferensi itu.

Berkaitan dengan tema itu, seluruh peserta konferensi menyepakati Deklarasi Jurnalis Dunia untuk Perdamaian Semenanjung Korea. Di dalam deklarasi itu disebutkan bahwa seluruh peserta Konferensi Jurnalis Dunia mendukung berbagai upaya untuk memperkuat hubungan kedua Korea berdasarkan rekonsiliasi dan saling percaya, dan denuklirisasi Semenanjung Korea dan menghadirkan perdamaian.

Bagian lain menyebutkan bahwa peserta Konferensi Jurnalis Dunia memahami ketegangan yang semakin tinggi di Semenanjung Korea yang terjadi akibat dialog yang terputus. Karena itu peserta Konferensi Jurnalis Dunia mendorong agar kedua negara kembali membuka dialog, mengembangkan hubungan sektor swasta, termasuk saling tukar menukan jurnalis.

Peserta Konferensi Jurnalis Dunia juga menilai Korea Utara harus menjadi bagian dari komunitas internasional dengan tidak meningkatkan provokasi dan retorika yang meghasut.

Terakhir, peserta Konferensi Jurnalis Dunia juga meminta agar negara anggota Six Party Talk melanjutkan u[aya diplomatik untuk menciptakan stabilitas dan perdamaian di Semenanjung Korea. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya