Berita

Sutan Bhatoegana

Wawancara

WAWANCARA

Sutan Bhatoegana: Saya Menunggu Persetujuan Presiden Untuk Mundur Dari Anggota DPR

SENIN, 16 JUNI 2014 | 09:26 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Sutan Bhatoegana melepaskan semua jabatan politiknya. Tapi masih tetap menjadi kader partai berlambang bintang mercy itu.

“Dua hari setelah penetapan saya sebagai tersangka, saya mengajukan pengunduran diri saya kepada DPP Partai Demokrat. Sekarang, saya sudah tidak menjabat sebagai pengurus DPP, Fraksi Partai Demokrat DPR maupun Ketua Komisi VII. Tapi, saya tetap sebagai kader Demokrat. Saya pendiri, yang ikut melahirkan,” ujar Sutan Bhatoegana kepada Rakyat Merdeka, Jumat (13/6).

Seperti diketahui, KPK menetapkan  Sutan Bhatoegana sebagai tersangka kasus dugaan korupsi perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kementerian ESDM tahun 2013. Sutan diduga menerima hadiah atau janji yang berkaitan dengan pembahasan APBN perubahan tersebut.


“Ada dugaan terjadi tindak pidana korupsi terkait pembahasan anggaran APBN 2013 di Kementerian ESDM dengan tersangka SB (Sutan Bhatoegana) selaku Ketua Komisi VII DPR 2009-2014,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi, di Jakarta, Rabu (14/5).

Kamis (12/6), Wakil Ketua DPR, Pramono Anung resmi melantik S Milton Pakpahan sebagai Ketua Komisi VII menggantikan Sutan untuk empat bulan ke depan.
 
Sutan Bhatoegana selanjutnya mengatakan, dirinya juga sudah mengajukan mundur dari anggota DPR. Tapi itu sedang dalam proses, menunggu persetujuan Presiden.

Berikut kutipan selengkapnya:
 
Anda mundur juga dari anggota DPR?
Betul. Ini bentuk rasa tanggung jawab saya. Tapi, pengunduran diri saya sebagai anggota DPR masih dalam proses. Saya tidak mau  terima gaji tapi tidak bekerja.

Sebelum pengunduran diri saya disetujui Presiden, ditandatangani Presiden, saya akan tetap bekerja.

Saya masih menunggu tanda tangan Presiden. Besok ditandatangani, saya langsung mundur. Minggu depan ditandatangani, saya mundur. Kalau bulan depan, ya di situ saya mundur. Saya menunggu prosesnya saja. Selama prosesnya belum rampung, saya  tetap bekerja. Saya tidak bisa berhenti bekerja, tapi gaji saya jalan. Itu namanya korupsi.
 
Sejumlah anggota DPR sudah menjadi tersangka, tapi tidak mundur,  ini bagaimana?
Saya kan harus bertanggung jawab. Salah atau tidak, itu urusan nanti. Sekarang, satu per satu sudah saya selesaikan. Saya sudah mundur dari DPP dan dari Ketua Komisi VII DPR, tinggal menunggu pengunduran diri saya dari DPR.
 
O ya, apa Anda sakit hati karena pengajuan sengketa pemilu lalu ke Mahkamah Konstitusi ditolak Partai Demokrat?
Sebagai manusia biasa, pasti ada kecewanya. Ketika saya mengajukan kehilangan suara saya, kemudian suara itu saya temukan, saya sampaikan itu kepada DPP.

Setelah itu, DPP minta temuan itu diajukan ke MK, ya saya bawa kesana. Kemudian DPP meminta itu distop, saya terima juga.

Saya melihat, DPP membiarkan kecurangan. Tapi, kalau itu mereka putuskan, ya sudah. Saya mau bilang apa. Namun, mundurnya saya dari semua jabatan di parlemen maupun DPP, nggak ada kaitannya dengan itu.
 
Bukankan Anda punya hak untuk memperjuangkan hal itu?
Saya setuju. Tapi, itu kan kewenangan DPP. Saya mau lewat proses mana lagi. Sekarang saya hanya punya Allah, itu yang paling hakiki buat saya.
 
 Anda memaafkan semua perlakuan partai terhadap Anda?
Sebagai mausia biasa kekecewaan tetap ada. Tapi sebagai orang beragama, ya saya sabar saja. Ini saya anggap sebagai penyucian diri agar menjadi lebih baik.
 
Apa Anda akan buka-bukaan dalam kasus dugaan korupsi yang dialamatkan kepada Anda?
Kalau ditanya, ya saya jawab. Apa yang saya tahu, apa yang saya lihat, apa yang saya rasakan, ya saya sampaikan. Itu kalau ditanya. Kalau nggak ditanya, apa yang mau saya ceritakan. ***

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

UPDATE

Prabowo Cap Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Sebagai Aksi Terorisme

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:16

Motif Penyerang Aktivis KontraS Inisiatif atau Perintah Atasan?

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:15

Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 Hijriah Jatuh pada 21 Maret 2026

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:51

Pemerintah Siapkan Skema WFH PNS hingga Swasta, Berlaku Usai Idulfitri

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:24

Waspada, Ratusan Suspek Virus Campak Ditemukan di Sumut

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:20

Hilal 1 Syawal Belum Terlihat di Jawa Barat

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:07

Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik Lebaran 2026

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:05

Megawati Curhat ke Prabowo Lawatan di Arab Saudi dan UEA

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:42

MUI: Jangan Paksakan Idulfitri Berbarengan

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:29

MUI Imbau Umat Tunggu Hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:41

Selengkapnya