Berita

martin manurung/net

Politik

Platform Ekonomi Jokowi Lebih Realistis

SENIN, 16 JUNI 2014 | 03:00 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Visi misi ekonomi dan kesejahteraan sosial calon presiden Joko Widodo dinilai lebih realistis ketimbang yang diungkapkan rivalnya Prabowo Subianto.

Tim Jurkamnas Jokowi-Jk, Martin Manurung menjelaskan pembangunan ekonomi versi Prabowo lebih menitikberatkan APBN dalam pembiayaan pembangunan ekonomi mendatang. Sedangkan pembangunan ekonomi versi Jokowi lebih menitikberatkan kepada pembangunan sistem dan alokasi anggaran yang diperkuat melalui revolusi mental manusia-manusianya.

"Prabowo fiscal heavy sehingga berpotensi membangkrutkan negara, sementara Jokowi adalah system heavy, yaitu pembenahan sistem untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi anggaran," ungkap Martin dalam pesan elektroniknya (Senin, 16/6).


Dijelaskan Martin yang juga sebagai Ketua DPP Nasdem, pandangan dan platform ekonomi yang dipaparkan Prabowo dalam debat kedua yang digelar KPU mengindikasikan bahwa ekonomi Indonesia bila dipimpinnya akan memiliki beban fiskal yang berat.

"Beban fiskal ini dapat membahayakan ekonomi, sebab APBN bisa defisit besar-besaran yang mengakibatkan harus dibiayai dengan utang yang besar," jelas Martin.

Sementara itu, Jokowi lebih fokus untuk maksimalisasi dan optimalisasi anggaran. Tidak perlu harus memberatkan APBN, tetapi meningkatkan efektifitasnya. Tentu saja, menurut Martin, pembangunan sistem jauh lebih esensial daripada program-program besar yang tidak jelas pembiayaannya.

"Dengan pembangunan sistem yang dicanangkan Jokowi, akan menyelamatkan negara karena anggaran dilaksanakan dengan alokasi yang tepat guna, atau efektif dan efisien," tambah Martin.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya