Berita

Syahrin Abdurrahman/net

Nusantara

Empat Kapal SKIPI Akan Menambah Bukti Kekuatan PSDKP

JUMAT, 13 JUNI 2014 | 16:27 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Tahun depan Indonesia akan memiliki empat unit kapal SKIPI (Sistem Kapal Inspeksi Perikanan Indonesia).

Empat kapal tersebut akan menambah kekuatan Indonesia untuk pemberantasan illegal fishing, serta mendukung terwujudnya industrialisasi kelautan dan perikanan berbasis blue economy.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Laksda (Purn) TNI Syahrin Abdurrahman, di sela peresmian satu speedboat PSDKP di Pelabuhan Timika, Provinsi Papua (Jumat, 13/6).


Saat ini, jelas Syahrin, empat SKIPI tersebut sedang dalam tahap pengerjaan, dan akan selesai juga bisa beroperasi tahun depan.

"Dengan empat buah kapal SKIPI ini, kami akan tunjukkan dapat menjaga perairan Indonesia," ungkapnya.

Maraknya kasus illegal fishing ditambah luasnya perairan Indonesia, membuat KKP menambah kekuatan armada sebanyak empat unit kapal SKIPI. Empat kapal SKIPI ini adalah buatan dalam negeri yang mulai dirakit pada 2013 dan diproduksi oleh PT. Daya Radar Utama di Tanjung Priuk Jakarta dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp 565 miliar. Empat kapal ini memiliki spesifikasi dan postur termutakhir, serta mampu berlayar hingga 14 hari karena memiliki ukuran tangki bahan bakar yang lebih besar.

Syahrin mengungkapkan, dengan daya tahan yang cukup lama, empat kapal ini dapat melakukan patroli semaksimal mungkin dan menjaga potensi perikanan dan kekayaan bahari di laut NKRI.

Jarak pantauan radar kapal SKIPI bisa mencapai 120 mil laut (1 mil:1,8 kilometer), dibandingkan kapal patroli biasa yang hanya 36 mil laut dan memiliki kecepatan 26 knot. Kapal dengan kapasitas 85 orang ini di bawahnya berlapis baja dan atasnya alumunium, agar lebih ringan dan kencang saat berlayar.

Tidak hanya itu, postur kapal pun lebih gagah dengan panjang 60 meter, dibandingkan kapal patroli biasa yang berukuran 42 meter. Juga terdapat ruang laboratorium dan ruang tahanan (untuk nelayan ilegal yang ditangkap) yang lebih luas.

Dengan adanya empat kapal SKIPI tersebut, Ditjen PSDKP akan memiliki 34 kapal patroli pengawas. Saat ini, 10 kapal beroperasi di wilayah perikanan Indonesia Barat seperti Natuna, Anambas, Karimata dan lainnya. Dan sebanyak 11 kapal beroperasi di Indonesia Timur, tepatnya di perairan Sulawesi dan Arafuru. Sedangkan 9 kapal kecil (speedboat) yang operasionalnya dibagi seimbang antara dua wilayah itu. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya