Berita

Max Sopacua

Wawancara

WAWANCARA

Max Sopacua: Pak SBY Sebagai Presiden Tidak Ke Kiri Atau Ke Kanan Dalam Dukung Capres

JUMAT, 13 JUNI 2014 | 08:04 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Partai Demokrat belum ada deklarasi mendukung capres-cawapres dalam Pilpres 9 Juli mendatang. Tapi Wakil Umum Partai Demokrat  Max Sopacua menegaskan, partainya all out mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Menurut anggota DPR itu, sikap Demokrat mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut satu itu sudah ditegaskan saat Prabowo menyampaikan visi misi dihadapan kader Demokrat, 1 Juni lalu.

“Sikap Demokrat tidak perlu dipertanyakan lagi. Waktu penyampaian visi dan misi, sikap itu sudah jelas. Demokrat sudah mengarahkan seluruh pendukungnya unduk mendukung pasangan capres dan cawapres yang sejalan dengan Demokrat. Itu adalah Prabowo-Hatta,” ujar Max Sopacua kepada Rakyat Merdeka, kemarin.


Max membantah, keputusan tersebut diambil lantaran sejumlah elite Demokrat bergabung dengan Prabowo-Hatta. “Keputusan mendukung Prabowo-Hatta adalah sikap partai.  Tidak perlu dipersoalkan Majelis Tinggi   ke mana. Ini bukan karena ada Marzuki Alie di sana,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:  


Kapan dukungan terhadap Prabowo-Hatta dideklarasikan?
Kami tidak perlu melakukan deklarasi lagi. Saat partai-partai koalisi mendaftar ke KPU, Demokrat masih bersikap netral karena belum ada capres yang menyampaikan visi dan misi-nya kepada Demokrat.

Setelah Prabowo-Hatta menyampai visi dan misi-nya di depan kader Partai Demokrat, sikap kami sudah jelas. Secara garis partai kami mendukung pasangan capres-cawapres yang memiliki program sejalan dengan Demokrat, itu adalah Prabowo-Hatta. Kami serukan kepada seluruh kader di tanah air, seluruh Indonesia untuk mendukung pasangan yang mau melanjutkan program-program Pak SBY.
 
Bukankan dalam pertemuan itu tidak ada keputusan pemberian dukungan?
Dia (Prabowo) sudah melakukan presentasi di hadapan ketua-ketua DPD seluruh Indonesia pada 1 Juni lalu. Jadi, tidak perlu lagi dipersoalkan harus ada keputusan atau tidak. Yang jelas, kader partai Demokrat diarahkan untuk mendukung Prabowo-Hatta.

Kalau Ketua Umum Partai Demokrat, Pak SBY yang saat ini menjabat sebagai Presiden  tidak kekiri dan ke kanan dalam dukungan capres. Sebab, Presiden tidak boleh ke kiri atau ke kanan.
 
Bukankah kapasitas SBY sebagai ketua umum dan Presiden bisa dipisahkan?

Orangnya kan tetap satu. Jadi, lebih berat kepada pemimpin bangsa. Ketika kita berorientasi kepada pengambdian terhadap bangsa dan negara, kepentingan partai dinomorduakan.
 
Artinya, sekalipun SBY tidak memberikan keputusan atau arahan, partai sudah satu suara?
Ya, sudah. Bahkan, kami menyarankan agar kader Demokrat berpartisipasi di tim sukses Prabowo-Hatta. Pak Marzuki Alie memang sudah lebih dahulu, dia lebih cepat. Dalam waktu dekat saya juga akan berpartisipasi. Kemana Prabowo pergi, kami akan berpartisipasi di sana.
 
Mulai kapan Demokrat memutuskan bergabung dengan Prabowo-Hatta?
Sejak 1 Juni lalu ketika Prabowo selesai menyampaikan visi dan misi-nya di depan kader Partai Demokrat di Hotel Sahid, Jakarta. Saat itu, sudah diserukan kepada seluruh kader Partai Demokrat, partai akan mendukung pasangan capres-cawapres yang visi dan misi sejalan. Tinggal menterjemahkan saja.
 
Bukankah kalimat dukungan itu masih kurang tegas?
Kalimatnya kan sejalan. Kurang tegas apalagi. Tinggal orang menterjemahkan saja. Itu garis partai. Saya juga mau menyerukan kepada seluruh kader Demokrat di seluruh Indonesia untuk bersatu padu mendukung Prabowo-Hatta karena mereka sejalan dengan program dan apa yang sudah dilakukan SBY selama 10 tahun. Mereka juga sudah berjanji untuk melanjutkannya.  ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

UPDATE

Pemulihan Pasien Pasca-Stroke Lewat Teknologi Robotik, Siapa Takut?

Sabtu, 07 Februari 2026 | 20:03

10 Film Hollywood Dirilis Sepanjang 2026, Ada Spider-Man hingga Avengers: Doomsday

Sabtu, 07 Februari 2026 | 19:43

Huntara Bener Meriah Ditargetkan Siap Huni Jelang Ramadan

Sabtu, 07 Februari 2026 | 19:21

Perbaikan Program MBG untuk Indonesia Emas Menggema di Yogyakarta

Sabtu, 07 Februari 2026 | 19:00

BNI Lanjutkan Aksi Bersih Pantai dengan Dukungan Sarana TPS3R Sekar Tanjung di Bali

Sabtu, 07 Februari 2026 | 18:54

Masuk Angin Vs GERD, Obat Herbal Tak Selalu Aman

Sabtu, 07 Februari 2026 | 18:09

Prabowo Curhat Tiap Mau Berantas Korupsi Ada Kerusuhan dan Adu Domba

Sabtu, 07 Februari 2026 | 17:51

PDIP Ajak Teladani Perjuangan Fatmawati Soekarno

Sabtu, 07 Februari 2026 | 17:15

BNI Gelar Aksi Bersih Pantai Mertasari

Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:48

Kawal Ketat Pergub Penggunaan Air Tanah di Gedung Jakarta

Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:27

Selengkapnya