Berita

Politik

SBY Beberkan Isu-isu Dunia yang Berimplikasi bagi Indonesia

JUMAT, 13 JUNI 2014 | 05:44 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ada beberapa isu strategis pada tingkat dunia yang memiliki implikasi nyata dan serius bagi upaya bangsa Indonesia untuk mewujudkan cita-cita, kepentingan, dan tujuan nasional.

Demikian disampaikan Presiden SBY pada pidato pengukuhannya sebagai Profesor di Universitas Pertahanan (Unhan), Sentul, Bogor, Jawa Barat, kemarin (Kamis, 12/6). Isu pertama, menurut SBY, adalah redefinisi tentang persepsi ancaman terhadap kepentingan nasional.

Menurut dia, dewasa ini ancaman terhadap kepentingan nasional bisa berupa ancaman militer, ekonomi, ideologi dan nilai-nilai dasar yang kita anut, serta politik dan kedaulatan. Selain itu, kata SBY, bencana alam, perubahan iklim dan wabah penyakit juga termasuk ancaman. Karenanya strategi dan cara yang dilakukan harus sesuai dengan ancaman-ancaman tersebut.


Isu kedua, kata SBY, adalah implikasi dari perubahan dan pergeseran geopolitik yang baru. SBY mencontohkan apa yang terjadi di kawasan Asia Timur dan Laut Tiongkok Selatan.

"Konflik teritorial antara Tiongkok dan Jepang di Asia Timur saat ini berada dalam fase yang membahayakan. Situasi seperti ini tentu memaksa Indonesia, sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, untuk menentukan sikap yang tepat," papar SBY
seperti disiarkan presidenri.go.id.

Isu ketiga adalah perang dingin baru. Menurut SBY, terlalu dini dan tidak boleh gegabah untuk mengatakan bahwa kini dunia kembali memasuki Perang Dingin. Bubarnya Uni Soviet dan Pakta Warsawa, kata SBY, pihak Barat telah memperlakukan Rusia sebagai mitra dalam berbagai kerja sama. misalnya dalam G-8 dan G-20.

Sementara itu, di kawasan Asia Pasifik telah berdiri forum APEC dan East Asia Summit yang disamping 10 negara ASEAN, dan 6 negara di kawasan Asia, juga diajak dan diwadahi keberadaan AS dan Rusia dalam forum penting tersebut.

"Tanpa harus terseret-seret ke kubu manapun, Indonesia harus tetap bisa memainkan peran yang konstruktif," tandas SBY.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya