Berita

salamuddin daeng/net

Politik

Salamuddin Daeng: Proyek E-Government Dibiayai Utang Asing

RABU, 11 JUNI 2014 | 21:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Debat capres dan cawapres perdana beberapa waktu lalu, Joko Widodo menyebutkan capaiannya selama menjadi gubernur DKI seperti membuat program e-Government, e-Budgeting dan e-Processing. Secara meyakinkan Jokowi menyebukan bahwa proyek-proyek tersebut sebagai hasil kerja-kerja dia selama memimpin DKI. Dan itu diamini oleh kompetitornya, Prabowo Subianto.
 
Pengamat ekonomi politik dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng mengatakan, proyek e-Government, e-Budgeting dan e-Processing, adalah proyek berbasis tehnologi serba impor. Sama seperti MRT dan Monorel, semua impor. Teknologi IT ini cukup mahal, dan merupakan strategi dalam rangka untuk memudahkan ekspansi modal asing dalam proyek-proyek pengadaan pemerintah.

"Proyek ini pro teknologi, namun perlu diwasapada serikat pekerja karena pasti akan mengeliminasi manusia atau tenaga kerja atau mengurangi lapangan kerja," ujar Salamuddin Daeng kepada redaksi beberapa saat lalu (Sabtu, 11/1).
 

 
Penting diketahui bahwa proyek e-Government, e-Budgeting dan e-Processing, telah dimulai di DKI Jakarta sejak tahun 2000. Program ini kemudian diperkuat dengan instruksi presiden 6/2001 tentang Telekomonikasi, Media dan Informasi. Kemudian diperkuat lagi dengan UU 11/2008 tentang Transaksi Elektronik.
 
Salamuddin Daeng menambahkan, pada tahun 2012 pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 2,2 triliun untuk membiayai proyek proyek ini. Selain itu proyek ini dibiayai utang luar negeri dari Asian Development Bank (ADB) untuk mendukung pembangunan  e-office system ini. Proyek ini juga dibiayai oleh pinjaman langsung luar negeri melalui ODA-Official Development Assistance.

"Semoga calon presiden bisa berkata jujur," demikian Salamuddin Daeng. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya