Berita

Andi Gani Nena Wea/net

Presiden KSPSI Serukan Hidup Layak Buruh di Swiss

RABU, 11 JUNI 2014 | 16:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, ditunjuk memimpin delegasi Indonesia dalam konferensi International Labour Organization (ILO) ke-103 yang digelar di Jenewa, Swiss.

Andi merupakan ketua delegasi termuda di dunia dalam pertemuan internasional antar organisasi buruh dunia tersebut.

Dalam pidatonya di hadapan sekitar 197 orang delegasi aktivis buruh dari berbagai negara, Andi berbicara mengenai perjuangan buruh di Indonesia untuk mencapai kehidupan yang layak.


Dikatakan Andi, KSPSI mengambil langkah perjuangan kesejahteraan melalui upah layak di Indonesia. Aktivis KSPSI juga melawan union busting, hidup layak, perlindungan tenaga kerja informal atau alih daya (outsourcing), perlindungan buruh migran dan pelaksanaan jaminan sosial.

"Kita memperjuangkan kehidupan layak bagi seluruh buruh di Indonesia," kata Andi melalui keterangan tertulis kepada Rakyat Merdeka Online hari ini (Rabu, 11/9).

Menurut Andi, pemerintah harus memastikan pelaksanaan jaminan sosial secara merata dirasakan seluruh rakyat Indonesia.

"Itu merupakan agenda utama yang terus kami perjuangkan," ujarnya.

Andi menilai, keberhasilan perjuangan buruh Indonesia merupakan keberhasilan perjuangan seluruh serikat buruh di Indonesia.

"Dengan semangat kebersamaan semakin menguatkan perjuangan buruh Indonesia," katanya.

Untuk itu, Andi mengimbau seluruh buruh di dunia bersatu dan membangun hubungan melalui dialog sosial yang kuat agar mencapai tujuan buruh

"Saya mengajak semua negara untuk bersatu dan membangun dialog sosial yang kuat agar semua yang kita cita-citakan tercapai," kata Andi yang disambut standing applause dari para peserta konferensi.

Selain itu, Andi juga menekankan pentingnya membangun hubungan sosial yang setara antara pemerintah, buruh dan pengusaha.

"Harus dijalankan secara benar hubungan industrial antara buruh, pengusaha dan pemerintah. Kebijakan negara tidak boleh mengorbankan para pekerja, dampaknya pasti akan meluas," ucapnya.

Hadir juga dalam konferensi ILO tersebut, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar yang menyerukan perlunya komitmen global dari anggota-anggota negara yang tergabung dalam ILO untuk menghentikan praktik-praktik kerja paksa yang terjadi di era modern saat ini.[rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya