Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, ditunjuk memimpin delegasi Indonesia dalam konferensi International Labour Organization (ILO) ke-103 yang digelar di Jenewa, Swiss.
Andi merupakan ketua delegasi termuda di dunia dalam pertemuan internasional antar organisasi buruh dunia tersebut.
Dalam pidatonya di hadapan sekitar 197 orang delegasi aktivis buruh dari berbagai negara, Andi berbicara mengenai perjuangan buruh di Indonesia untuk mencapai kehidupan yang layak.
Dikatakan Andi, KSPSI mengambil langkah perjuangan kesejahteraan melalui upah layak di Indonesia. Aktivis KSPSI juga melawan union busting, hidup layak, perlindungan tenaga kerja informal atau alih daya (outsourcing), perlindungan buruh migran dan pelaksanaan jaminan sosial.
"Kita memperjuangkan kehidupan layak bagi seluruh buruh di Indonesia," kata Andi melalui keterangan tertulis kepada
Rakyat Merdeka Online hari ini (Rabu, 11/9).
Menurut Andi, pemerintah harus memastikan pelaksanaan jaminan sosial secara merata dirasakan seluruh rakyat Indonesia.
"Itu merupakan agenda utama yang terus kami perjuangkan," ujarnya.
Andi menilai, keberhasilan perjuangan buruh Indonesia merupakan keberhasilan perjuangan seluruh serikat buruh di Indonesia.
"Dengan semangat kebersamaan semakin menguatkan perjuangan buruh Indonesia," katanya.
Untuk itu, Andi mengimbau seluruh buruh di dunia bersatu dan membangun hubungan melalui dialog sosial yang kuat agar mencapai tujuan buruh
"Saya mengajak semua negara untuk bersatu dan membangun dialog sosial yang kuat agar semua yang kita cita-citakan tercapai," kata Andi yang disambut standing applause dari para peserta konferensi.
Selain itu, Andi juga menekankan pentingnya membangun hubungan sosial yang setara antara pemerintah, buruh dan pengusaha.
"Harus dijalankan secara benar hubungan industrial antara buruh, pengusaha dan pemerintah. Kebijakan negara tidak boleh mengorbankan para pekerja, dampaknya pasti akan meluas," ucapnya.
Hadir juga dalam konferensi ILO tersebut, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar yang menyerukan perlunya komitmen global dari anggota-anggota negara yang tergabung dalam ILO untuk menghentikan praktik-praktik kerja paksa yang terjadi di era modern saat ini.
[rus]