Berita

Politik

Surya Paloh: Pemerintahan Baru Harus Peduli Nelayan

RABU, 11 JUNI 2014 | 00:21 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengatakan pemerintahan baru mendatang harus bisa berpihak kepada nasib kaum nelayan. Bagaimana tidak, Indonesia sebagai negara maritim memiliki garis pantai lebih dari 95 ribu kilometer, namun ironisnya, kaum nelayan masih hidup di bawah garis kemiskinan.

"Kesejahteraan nelayan menjadi indikator kesuksesan negara maritim. Maka dari itu, pemerintahan baru nanti bisa lebih menciptakan kebijakan-kebijakan operasional yang lebih berpihak ke nelayan," kata Surya dalam Pelaksanaan Nadran Nelayan tahun 2014 dan perayaan Hari Ulang Tahun ke-41 Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), di Muara Angke, Jakarta Utara (Selasa, 10/6).

Sementara itu, Ketua DPP HNSI Yussuf Solichien, mengatakan, di usia organisasinya yang ke 41, dukungan untuk nelayan Indonesia dirasakannya masih minim. Dikatakannya, 90 persen dari 16 juta nelayan di Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan.


"Masyarakat nelayan masih miskin. Nelayan juga banyak tidak sekolah, bagaimana bisa bersaing. HNSI berjuang supaya nelayan tidak bodoh dan miskin," kata Yussuf.

Yussuf menambahkan, di luar negeri nelayan di subsidi dan diberi kemudahan. Pelabuhan perikanan juga banyak dibangun. Karena itu ia berharap pemerintah terus memperhatikan nelayan.

"Di zona ekonomi eksklusif (ZEE), kapal nelayan banyak yang tidak bisa ke sana. Justru kapal besar dan kapal asing yang berlayar. Selain itu politik anggaran belum berpihak kepada nelayan. Padahal Di luar negeri subsidi kepada nelayan diberikan. Kenapa di sini tidak. Masalah pendidikan, kesehatan dan perumahan. Hal yang masih belum diperhatikan buat nelayan," imbuhnya.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya