Berita

Hendropriyono/net

Politik

Pemuda Prabowo Tuntut Permintaan Maaf Hendropriyono

SELASA, 10 JUNI 2014 | 19:40 WIB | LAPORAN:

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara, AM Hendropriyono, dituntut untuk meminta maaf atas pernyataannya yang mengatakan "Prabowo psikopat mendekati gila".

Pemuda Prabowo menilai pernyataan dari pensiunan jenderal pendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla itu tidak etis dan merupakan bagian dari kampanye hitam.

"Mencemarkan nama baik. Pilpres untuk memilih kepemimpinan nasional demi masa depan bangsa yang lebih baik. Pilpres juga membangun peradaban bangsa. Mendidik rakyat berpikir rasional, cerdas, menggunakan hatinya, memilih yang benar," kata Ketua Umum Pemuda Prabowo, Alexandra, saat berbincang dengan wartawan, di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (10/6).


Menurut Alexandra, seharusnya kompetisi di Pilpres tidak berlangsung kotor dan tidak beradab. Pemilihan Presiden adalah kesempatan mendidik rakyat untuk memilih secara demokratis tanpa ada fitnah dan penzaliman.

Sementara itu, Pemuda Prabowo sempat melakukan aksi yang mendesak DPP PEPABRI meminta A.M Hendropriyono meminta maaf secara terbuka kepada Prabowo Subianto

"Selain itu mengusut tuntas beredarnya surat dewan kehormatan perwira yang bersifat rahasia. Itu digunakan untuk kepentingan politik, sangatlah tidak etis," ujarnya.

Beberapa waktu lalu, mantan Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo, memandang pernyataan Hendropriyono itu tidak etis.

"Kita punya Sapta Marga, Sumpah Prajurit. Apalagi, sebagai prajurit komando punya Janji Prajurit. Janganlah karena 'aku kan sudah sipil', lalu berkata seperti itu," kata Edhie Wibowo, kepada wartawan, Jumat petang (6/6).

Edhie tidak mau ikut campur soal apa yang terjadi di antara kedua seniornya itu. Namun, Edhie mengaku salut melihat respons Prabowo yang tidak terpancing atas penghinaan dari Hendropriyono. Prabowo tidak pernah menanggapi pernyataan itu walau didesak oleh wartawan. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya