Berita

neta s pane/net

Disesalkan, Debat Capres Belum Menyenggol Korupsi di Tubuh Polri

SELASA, 10 JUNI 2014 | 09:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Komitmen pasangan capres dan cawapres Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK dalam pemberantasan korupsi terlalu mengambang, tidak ada skala prioritas, dan cenderung permisif serta kompromis.

Padahal korupsi di Indonesia sudah sangat parah, terutama di lembaga penegakan hukum, seperti Polri. Begitu juga di kejaksaan, kehakiman dan lembaga legislatif sebagai pengawas eksekutif yang sudah dibelenggu aksi-aksi korupsi yang akut.

Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S. Pane menilai, pemberantasan korupsi di kepolisian perlu menjadi prioritas pemerintahan baru. Polri adalah hulu penegakan hukum. Jika hulunya dikotori oleh aksi-aksi korupsi bagaimana proses penegakan hukum bisa berjalan maksimal, bersih, dan bebas korupsi.


Polisi yang korup mustahil bisa memberi kepastian hukum. Yang ada justru rekayasa kasus dan aksi-aksi mempermainkan hukum, yang ujung-ujungnya melahirkan perwira Polri dengan rekening gendut.

Tadi malam KPU menggelar debat kandidat pasangan capres dan cawapres perdana di Jakarta. Debat kandidat yang diikuti pasangan Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK itu mengambil tema 'Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan yang Bersih dan Kepastian Hukum'.

Neta menyayangkan dalam debat tersebut, pasangan Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK tidak mengelaborasi komitmennya dalam pemberantasan korupsi, sehingga komitmennya tidak terarah. Akibatnya, upaya penegakan hukum yang akan mereka lakukan menjadi absurd. Padahal jika Polri sebagai hulu penegakan hukum dibersihkan dipastikan proses penegakan hukum dari kepolisian ke kejaksaan, kehakiman hingga ke lembaga pemasyarakat akan bersih. Kepolisian akan berani tegas menindak aparat yang melakukan pelanggaran hukum.

Jika Polri tidak dibersihkan, lanjut Neta, tidak akan ada yang berani menyentuh polisi-polisi korup. KPK terbukti mandul saat berhadapan dgn Polri. Terbukti, sejak KPK berdiri hanya ada satu kasus korupsi yang melibatkan polisi yang ditangani KPK, yakni korupsi Simulator SIM. Sedangkan kasus rekening gendut tak tersentuh, dan kasus OTT di Ditlantas Polda Metro Jaya, perwiranya tidak diseret ke pengadilan Tipikor dan hanya dicopot dari jabatannya.

"Bagaimana pun kondisi ini harus jadi prioritas presiden baru," demikian Neta. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya