Berita

Politik

PILPRES 2014

Disayangkan, Aksi Mendukung Capres Bukan Karena Transaksi Gagasan

SELASA, 10 JUNI 2014 | 02:33 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menyayangkan sekaligus mengecam praktik politik transaksional jelang Pilpres 2014 yang dilakukan oknum gerakan mahasiswa.

"Agenda dukung-mendukung yang disampaikan gerakan mahasiswa bukan merupakan pendidikan politik yang baik. Sebab seharusnya, yang dilakukan adalah mengkritisi visi misi yang ditawarkan capres bagi kepentingan nasional ke depan sehingga tidak hanya menjadi janji kosong belaka, " ujat Ketua Presidium Nasional KAMMI, Herdi Jayakusumah kepada wartawan di Jakarta (Senin, 9/6).

Menurut dia, aksi dukung mendukung pasangan capres-cawapres tertentu tanpa mempertimbangkan rekam jejak dan visi mereka untuk masa depan Indonesia merupakan pembodohan.


"Buatlah gerakan cerdas dengan melibatkan semua capres-cawapres jika ingin menggali pemikiran mereka, bukan mengundang satu pihak saja. Memberikan kesempatan kepada satu kandidat sama saja menjual gerakan kepada capres tertentu dengan potensi politik transaksional, bukan transaksi gagasan," kecamnya.

Herdi mengingatkan sejatinya gerakan mahasiswa adalah pengawal amanat rakyat. Oleh karenanya, terjebak pada politik dukung-mendukung tanpa transaksi gagasan akan melukai perasaan rakyat.

"Lebih baik, gerakan mahasiswa fokus mencerdaskan masyarakat dengan mengundang dan mengggali pemikiran semua kandidat di kampus sebagai bagian tugas intelektualnya, " tutupnya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya