Berita

Politik

Relawan Jokowi-JK Desak Polisi Usut Motif Molotov

MINGGU, 08 JUNI 2014 | 20:33 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Relawan Keluarga Nusantara untuk pemenangan Jokowi-JK merasa prihatin dengan 'teror' yang dialami anggotanya di Yogyakarta. Rumah Koordinator Relawan Keluarga Nusantara untuk wilayah Jogyakarta, Husen, dilempari bom molotov, Sabtu pada pukul dua dinihari.

"Kami mendesak polisi untuk mengusut kasus itu dalam waktu sesingkat-singkatnya, menelusuri motifnya," kata Koordinator Nasional Relawan Keluarga Nusantara untuk pemenangan Jokowi-JK, Muchlis Patahna, di Jenggala Center, salah satu Posko Pemenangan pasangan Jokowi-JK, Jakarta (Minggu, 8/6),

Relawan Keluarga Nusantara, adalah bentukan Tim Pemenangan Jokowi-JK, yang merupakan unsur anggota dan pengurus Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan di seluruh nusantara.


Kepada relawan nusantara, Muchlis mengimbau agar tidak terpancing dengan aksi-aksi provokatif, yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang hanya ingin mengganggu jalannya proses demokrasi dengan cara-cara kekerasan.

Sebelumnya dilaporkan, rumah Koordinator Relawan Keluarga Nusantara (yg bbrp hari lalu dideklarasikan oleh JK) untuk wilayah Jogyakarta, Husen dilempari bom molotov, Sabtu  sekitar pukul dua dan tiga dinihari.

Menurut Husen, molotov dilemparkan lewat jendela kaca masuk di ruang belajar. Bom terbakar di lantai, namun tidak membakar isi rumah.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya