Berita

Ternyata, 48 Juta Rakyat Indonesia Belum Nikmati Listrik

SABTU, 07 JUNI 2014 | 08:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dari sekitar 250 juta penduduk Indonesia, baru sekitar 80,5 persen yang menikmati listrik Selebihnya, sekitar 48 juta jiwa, masih belum.

Rasio elektrifikasi Indonesia ini disampaikan Staf Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bidang Kelembagaan dan Perencanaan Strategis, I Gusti Nyoman Wiratmaja, di sela-sela peluncuran inisiatif PBB Dekade Energi Berkelanjutan untuk Semua atau UN Decade for Sustainable Energy for All (SE4ALL) di PBB, New York. Acara ini berlangsung antara tanggal 4 hingga 6 Juni 2014.

"Sementara itu, dari 200 GW besaran potensi energi terbarukan Indonesia, baru sekitar 3,9 persen, atau 48 GW, yang dimanfaatkan,” ujar Wiratmaja lagi seperti laporan yang diterima redaksi dari Sekretaris Tiga Perwakilan Tetap RI di PBB, Ricardo S. Ruru.


Juga disebukan bahwa kebutuhan energi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hanya dapat dipenuhi melalui diversifikasi energi dengan memanfaatkan sumber-sumber energi berkelanjutan.

Diversifikasi energi ini merupakan bagian dari kebijakan catur dharma energi yang diterapkan di Indonesia dan sejalan dengan tujuan SE4ALL di PBB.

Terdapat tujuh sektor area aplikasi dari SE4ALL PBB yang dapat diterapkan di Indonesia, yaitu perangkat masak modern, solusi distribusi listrik, infrastruktur grid, sumber energi terbarukan skala besar, proses industri dan agrikultur, transportasi, serta peralatan pembangunan.

Masih dalam laporan yang sama disebutkan bahwa Wiratmaja menambahkan, demi mengembangkan energi terbarukan, pemerintah Indonesia memberi insentif pengaturan harga energi berkelanjutan seperti geothermal, penyediaan green fund, dan kesepakatan pembelian tenaga listrik dari energi berkelanjutan dengan perusahaan penyedia.

“Kita bahas agenda energi di PBB supaya semakin banyak desa di Indonesia yang teraliri listrik.” kata dia.

Adapun Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Desra Percaya, menyampaikan dukungan Indonesia terhadap kebijakan energi PBB dan penyusunan sustainable development goals serta agenda pembangunan pasca-2015 di PBB.

“Dukungan Indonesia terhadap pembahasan agenda terkait energi di PBB merupakan upaya memenuhi kebutuhan energi dalam negeri," demikian Dubes Desra. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya