Berita

presiden sby/net

Politik

SBY: Ada 10 Kementerian di Bawah Harapan

RABU, 04 JUNI 2014 | 12:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden SBY menilai ada 10 Kementerian yang memiliki kinerja di bawah rata-rata.

Demikian disampaikan Kepala Negara saat menggelar sidang paripurna kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu pagi (4/6). Penilain itu langsung dilakukan Presiden SBY, dibantu Wapres Boediono dan pejabat terkait.

"Ada 10 kementerian yang kita nilai kinerjanya di bawah harapan. Dan 4,5 bulan ini harus sungguh digenjot, diikhitarkan agar kinerja yang kita harapkan bisa dicapai," kata SBY, namun ia tidak membeberakan 10 Kementerian tersebut.


Pada saatnya nanti, lanjut SBY, para Menteri Koordinator akan memberikan konseling pada menteri menteri ini. Konseling dilakukan agar dalam sisa masa bakti 4,5 bulan ini kabinet dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

Di tengah situasi terkait pelaksanaan pilpres, para menteri diingatkan untuk tetap konsentrasi pada pencapaian tugasnya. Kepala Bappenas dan Kepala UKP4 telah beberapa kali menyampaikan sasaran apa saja yang harus dicapai, baik melalui RPJMN lima tahunan, RKP 2014 dan APBN 2014.

Menurut SBY, sebagian menteri terbagi konsentrasinya, termasuk ada kesulitan dalam mengatur waktu antara tugas pemerintahan dengan kegiatan politik.

"Di berbagai sidang atau rapat kabinet ataupun rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menko, sejumlah menteri tidak bisa hadir. Ada catatan kami menyangkut hal seperti itu. Tentu bukan karena sakit atau tugas yang sedang diembannya," ujar SBY seperti dikutip dari presidenri.go.id.

Hasil evaluasi tersebut merupakan evaluasi kinerja yang dilakukan oleh UKP4 dan secara tertulis dilaporkan kepada Presiden. Kemudian, dasar lainnya adalah pengamatan dan penilaian Presiden dan Wapres serta para Menko. Masukan dari masyarakat luas pun ikut menjadi bahan pertimbangan evaluasi. Masyarakat ikut menyoroti kinerja para menteri selama 6 bulan terakhir ini. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya