Pencarian korban reruntuhan bangunan ruko Cendrawasih Permai di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda terus dilakukan.
"Proses evakuasi dilakukan hingga malam ini," jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho meneruskan informasi dari BPBD Kota Samarinda, sesaat lalu (Selasa, 3/6).
Sutopo mengatakan beberapa alat berat dikerahkan untuk mengangkat puing-puing reruntuhan gedung dan menyelamatkan para korban yang mungkin masih ada yang terjebak di lokasi kejadian. Sebagian besar pekerja berasal dari daerah Jawa Timur, yaitu Trenggalek, Kediri, Tulungagung dan Ponorogo.
"Dari 85 pekerja, 62 orang diantaranya selamat, 8 orang luka-luka dan masih dirawat di RS AW Syahranie Samarinda, 2 orang meninggal dunia, dan 13 orang masih tertimbun bangunan," katanya.
Adanya dugaan kesalahan kontruksi yang lemah saat selesai pengecoran bangunan ruko tiga lantai yang telah dilakukan pada Selasa (3/6) telah menyebabkan bangunan runtuh pada pukul 06.25 Wita. 15 ruko runtuh bersamaan. Bangunan runtuh sesaat setelah pekerja beristirahat setelah bekerja dari pukul 02.00-05.00 Wita melakukan pengecoran pada Selasa dini hari.
"Sebanyak 300 personil tim gabungan dari BPBD Kota Samarinda, BPBD Kalimantan Timur, Basarnas, TNI, Polri, Tagana, PMI, SKPD dan relawan dikerahkan untuk melakukan evakuasi korban," pungkas Sutopo.
[dem]